|  | | Osama Bin Laden has just dead.
| Osama Bin Laden has just dead yesterday.
| Yes | | | | “Proyek pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit listrik merupakan upaya bangsa dalam menghemat energy. Sebab, bahan bakar gas bisa menghemat 4 kali lipat dibanding BBM". |
Tiap tahun bisa menghemat Rp 9 triliun.
Semarang 28 Juni 2011
Riwayat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah nyaris berakhir. Rencananya, PLTGU yang mulai beroperasi tahun 1978 ini akan ditutup pertengahan tahun ini. Penyebabnya, PLTGU ini memakai bahan bakar solar dan tidak efisien. Harga solar semakin mahal mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Nasib PLTGU Tambak Lorok semakin terancam setelah rencana pembangunan pipa gas Kalimantan ke Jawa, hingga kini belum terealisasi. Sedianya, gas dari Bontang sebanyak 1.000 juta kaki kubik per hari (millions standard cubic feet per day/MMSCFD) tak bisa terealisasi, karena ketidakcukupan jaminan pasokan gas. Pembangkit listrik Tambak Lorok terdiri dari 3 unit. Dua unit PLTU berbahan bakar minyak (marine fuel oil/MFO) dengan kapasitas terpasang masing-masing 50 MW dan mulai operasi tahun 1978), sedangkan satu pembangkit 1 unit dengan kapasitas terpasang 200 MW (mulai beroperasi tahun 1983).
Tambak Lorok juga memiliki 2 blok PLTGU yang mulai beroperasi tahun 1993 dan tahun 1996). PLTGU ini terdiri dari 6 unit PLTG dan 2 unit turbin uap dengan kapasitas total 900 MW. Kedua blok PLTGU tersebut dapat beroperasi baik dengan gas maupun solar. Gara-gara gas tak kunjung datang, kedua blok PLTGU tersebut masih dioperasikan dengan solar. Kedua blok PLTGU tersebut memerlukan gas sekitar 160 sampai 180 MMCFD.
Kini, PLTGU Tambak Lorok mulai bisa bernafas lega. PT Pertamina EP dan Petronas bersedia mengalirkan gasnya ke pembangkit yang dikelola oleh PT Indonesia Power ini. Pertamina EP telah berjanji akan mengalirkan gas sebesar 50 MMSCFD ke PLTGU Tambak Lorok dari Gundih Blora. Nah, peresmian proyek penyaluran gas tersebut diresmikan ditandai dengan pembuatan Ground Breaking Proyek Hemat di PLTGU Tambak Lorok
PLTGU Tambak Lorok yang dikelola PT Indonesia Power memperoleh pasokan gas. Tiap tahun bisa menghemat Rp 9 triliun. Penyaluran Gas dari Gundih Blora ke Tambak Lorok, akhir Juni lalu. Peresmian dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh bersama jajaran Direksi Kelistrikan, Dirjen MIGAS dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, Direktur Produksi PT Indonesia Power beserta jajaran, beserta GM dan Manajemen Unit Bisnis Pembangkitan Semarang.
“Proyek pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit listrik merupakan upaya bangsa dalam menghemat energy. Sebab, bahan bakar gas bisa menghemat 4 kali lipat dibanding BBM.
Penghematan BBM untuk pembangkit Listrik merupakan program pemerintah,” kata Darwin. Dirut PLN Dahlan Iskan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM atas terobosan yang diberikan, sehingga pengalihan bahan bakar minyak ke gas untuk PLTGU Tambak Lorok bisa direalisasikan.
Dahlan berharap, penyaluran gas sebesar 50 MMSCFD dapat ditingkatkan lagi menjadi 100 MMSCFD agar bisa menutup semua kebutuhan bahan bakar dan bisa menggantikan BBM. “Proyek ini merupakan upaya PT PLN, melakukan penghematan dan mengalihkan bahan bakar ke yang lebih ekonomis sehingga bisa mengurangi subsidi pemerintah,” ucap dia.
Nah, gas tersebut diambil dari Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) milik Pertamina EP dan dialirkan melalui pipa milik PT Sumber Petrindo Perkasa.
Metode penyaluran gas dilakukan oleh PT Sumber sejak 2013 selama 15 tahun untuk volume sebesar 50 MMSCFD. Gas tersebut akan diangkut melalui pipa dengan diameter 20 inchi dengan panjang 140 kilometer. Aliran gas dari Gundih itu nantinya bisa menggantikan pemakaian solar sebanyak 500 juta liter per tahun.
Kalau dirupiahkan akan menghemat sekitarRp 2,9 triliun per tahun. Selain gas dari Pertamina EP, PLTGU Tambak Lorok juga dipasok oleh Petronas sebanyak 116 MMSCFD.
Pada kesempatan itu, PLN dan Indonesia Power memberi bantuan satu unit mobil Klinik Keliling untuk untuk Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Jawa Tengah, bantuan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi yang menemukan pembangkit listrik tenaga labu, serta bantuan untuk program pemberdayaan masyarakat di sekitar PLTGU Tambak Lorok.
| Yes | | | | Usai menunjuk perusahaan Daniel sebagai rekanan, ada due diligence atau pemeriksaan kemampuan kinerja perusahaan. Dari hasil itu, dua perusahaan Daniel dianggap hanya mampu memasok 320 ribu metrik ton. |
Matahari hanya mampu memasok 320 ribu metrik ton
Kamis, 26 Mei 2011
PT Indonesia Power sudah menjalankan peran sesuai perjanjian dengan Matahari Anugerah Perkasa dan PT Group Rahmat Bersama selaku rekanan proyek pengadaan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.
“Kedua belah pihak sebenarnya sudah sepakat dengan komitmen,” ujar juru bicara Indonesia Power, Lutfhi Hani, usai sidang gugatan perdata dengan agenda jawaban pihak tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 26 Mei 2011.
Luthfi menjelaskan, usai menunjuk perusahaan Daniel sebagai rekanan, ada due diligence atau pemeriksaan kemampuan kinerja perusahaan. Dari hasil itu, dua perusahaan Daniel dianggap hanya mampu memasok 320 ribu metrik ton.
“Jadi Matahari hanya mampu itu. Ini due diligence bukan kami yang mengerjakan. Tapi lembaga konsultan independen,” kata dia.
Indonesia Power, kata Luthfi, kukuh dalam proyek ini pihaknya sudah sepakat dengan volume pengadaan 320 ribu metrik ton. “Pada saat 2010 sudah ada komitmen tapi kenapa ini sekarang jadi masalah?” ujarnya.
| Yes | | | | Luthfi juga membantah Matahari Anugerah dan Rahmat Group terpilih sebagai pemenang lelang tender pengadaan batubara lewat kesepakatan di bawah tangan antara Direksi Indonesia Power dan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin | Tidak ada kesepakatan dibawah tangan dengan pejabat Demokrat
Jakarta, 27 Mei 2011
Indonesia Power menilai PN Jakarta Selatan tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara Sebab sesuai dokumen kerjasama antara Matahari Anugerah Rahmat Group dan Indonesia Power. setiap sengketa harus dibawa ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia BANI.
Kepala Bidang Komunikasi Korporat Indonesia Power Luthfi Hani mengungkapkan Matahari Anugerah dan Rah mat Group sebelumnya tidak pernah berusaha untuk menyelesaikan perkara ini di BANI. Malahan penggugat langsung mendaftarkan gugatannya ke pengadilan, karena itu PN Jakarta Selatan harus menolak gugatan itu.
Luthfi menjelaskan Indonesia Power tidak pernah memotong jatah pengadaan batubara Matahari Anugerah dan Rahmat Group dalam proyek pengadaan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Suralaya dari semula 500 000 metrik ton menjadi 320 000 metrik ton.
Menurutnya justru Matahari Anugerah dan Rahmat Group yang tidak mampu menyetor 500.000 metrik ton batubara tapi hanya menyediakan 320 000 metrik ton. Gara gara itu Indonesia Power harus menutupi kekurangan pengadaan batubara tersebut dari peserta dan pemenang tender lain Kemampuan mereka hanya mampu 320.000 ton selama lima bulan dan itu sudah disetujui oleh kedua belah pihak dan sudah melalui due dilligence ungkap Luthfi kemarin.
Luthfi juga membantah Matahari Anugerah dan Rahmat Group telah menyetor jaminan Saat diminta menyetorkan bank garansi 1%-3% daripada nilai proyek Rahmat Group dan Matahari temyata tidak mampu karena kesulitan keuangan. Begitu juga ketika mereka diminta menyetor jaminan penawaran atau performance bond Keduanya belum menyetor karena tidak punya cashflow kata Luthfi.
Luthfi juga membantah Matahari Anugerah dan Rahmat Group terpilih sebagai pemenang lelang tender pengadaan batubara lewat kesepakatan di bawah tangan antara Direksi Indonesia Power dan Ben dahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin Sebab seluruh proses tender pengadaan batubara dilakukan lewat sistem komputerisasi
| Yes | | | | PT Indonesia Power berhasil meraih peringkat I untuk kategori private non keuangan non listed pada Annual Report Award (ARA) 2010 | PT Indonesia Power berhasil meraih peringkat I untuk kategori private non keuangan non listed pada Annual Report Award (ARA) 2010 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu 14 September 2011. Penghargaan ini menegaskan komitmen IP dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG dan transparansi informasi dalam menjalankan kegiatan usahanya. | Yes | | | | Meski diakui belum sempurna, alhamdulillah, sejauh ini inisiatif- inisiatif kami mendapatkan apresiasi positif dan dukungan dari stakeholders beberapa contoh raihan PROPER Hijau dan Biru bagi seluruh unit pembangkit listrik IP. Yang terkini, IP meraih GKPM Award 2011 di bidang kesehatan Ibu dan Anak. | Inisiatif-inisiatif CSR IP Mendapat Apresiasi Stakeholder
SEBAGAI bagian tata kelola perusahaan yang baik Indonesia Power berusaha melakukan bisnis secara bertanggung jawab, termasuk mengelola lingkungan dan masyarakat di sekitarnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). pada pertumbuhannya IP memfokuskan kegiatan CSR-nya pada pelestarian lingkungan sementara program pemberdayaan masyarakat diarahkan untuk isu terkait proses bisnis pembangkit listrik maupun permasalahan yang dihadapi warga di sekitar pembangkit. Kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan IP memang cukup beragam. Tetapi secara garis besar terbagi dalam tiga bidang, yaitu pelayanan masyarakat seperti bantuan infrastruktur, kesehatan, beasiswa, dan tanggap darurat bencana; pembinaan hubungan seperti diskusi dan komunikasi sosial serta pemberdayaan seperti pengembangan ekonomi mikro dan lembaga keuangan mikro. Program-program ini dirangkai dengan nama IP-CARE (Indonesia Power Community Assistance, Relation, and Empowerment). Di bidang lingkungan hidup, kegiatan CSR difokuskan pada pengelolaan lingkungan pembangkit listrik yaitu lokasi pembangkit thermal di daerah pesisir pantai dan pembangkit-pembangkit dengan energi terbarukan yaitu daerah aliran sungai. Pelestarian lingkungan di daerah pesisir diarahkan pada kegiatan konservasi terumbu karang dan penanaman mangrove. “Pembangkit-pembangkit yang kami kelola umumnya berada di daerah pesisir jadinya lebih kepada rehabilitasi pesisir laut melalui implantasi terumbu karang, konservasi ikan hias dan penanaman mangrove tanpa melupakan pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi usaha nelayankarena kita punya segmentasi tersendiri di bidang pelestarian lingkungan yaitu blue is new green. Yaitu bagaimana melihat rehabilitasi laut sebagai isu green atau lingkungan” ujar Noesita Indriani selaku Sekretaris Perusahaan. Sementara di daerah sungai lebih diarahkan pada kegiatan rehabilitasi lahan sebagai upaya mengatasi erosi dan longsor. “sebagian pembangkit listrik Indonesia Power memanfaatkan air (PLTA) sebagai energi primer, maka kegiatan kami lebih pada menjaga kelestarian sungai,” kata Dewi Sri Wahyunie, Direktur Keuangan PT Indonesia Power. “Ini dilakukan dengan sepenuhnya melibatkan dan memperhatikan kepentingan warga yang tinggal di sepanjang DAS. Bahkan IP melakukan inisiasi upaya imbal jasa lingkungan (payment for environmental services) melalui kegiatan skema Hilir Peduli dan Hulu Menanam agar lebih banyak stakeholders sungai yang terlibat.” Indonesia Power terus menyempurnakan program tanggung jawab sosial perusahaannya. Tetapi, disampaikan Luthfi Hani, Kepala Bidang Komunikasi Korporat, “meski diakui belum sempurna, alhamdulillah, sejauh ini inisiatif- inisiatif kami mendapatkan apresiasi positif dan dukungan dari stakeholders” ia menyebutkan beberapa contoh raihan PROPER Hijau dan Biru bagi seluruh unit pembangkit listrik IP. Yang terkini, IP meraih GKPM Award 2011 di bidang kesehatan Ibu dan Anak. Menurut Luthfi, selain menata sendiri program CSR, IP juga kerapkali diundang sebagai narasumber dalam berbagai forum forum CD dan CSR “selain diharapkan dapat menginspirasi, kesempatan ini utamanya (menjadi) peluang bagi kami untuk melakukan benchmarking program” jelasnya. IP saat ini menjadi salah satu rujukan benchmark bagi Advanced Training Corporate Forum for Community Development dan Pelatihan CDO di Kementerian ESDM.
| Yes | | | | Pengendalian Operasi Pembangkit Secara Terpadu (POPST) merupakan salah satu bagian dari penerapan LCM dan master plan LCM yang telah disusun untuk mengoptimalkan keandalan unit pembangkit PT Indonesia Power yaitu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica dan UBP Saguling.
| Dalam rangka mewujudkan visinya sebagai perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan, PT Indonesia Power salah satu anak perusahaan PT PLN dibidang pembangkitan tenaga listrik menetapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk periode tahun 2010-2015.
Guna memastikan pencapaiannya, PT Indonesia Power melakukan Transformasi Perusahaan menuju Operational Excellence. Proses transformasi itu ditunjukkan melalui peningkatan kinerja operasional perusahaan secara berjenjang hingga mencapai Top World 10 % pada tahun 2015. Salah satu indikatornya adalah pencapaian tingkat maturitas tata kelola aktivitas pembangkitan energi listrik . Untuk itu PT Indonesia Power menerapkan Life Cycle Management (LCM), sebagai salah satu program strategis untuk peningkatan kinerja operasional.
Pengendalian Operasi Pembangkit Secara Terpadu (POPST) merupakan salah satu bagian dari penerapan LCM dan master plan LCM yang telah disusun untuk mengoptimalkan keandalan unit pembangkit PT Indonesia Power yaitu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica dan UBP Saguling.
Kedua UBP tersebut mengelola beberapa Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pusat Listrik Tenaga Air Mini Hydro (PLTM) di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. UBP Mrica mengelola 322.8 MW dan UBP Saguling mengelola sebesar 798.02 MW. Sehingga total keseluruhan kapasitas yang dikelola oleh kedua UBP tersebut mencapai 1120.82 MW.
POPST adalah suatu aplikasi sistem kontrol pembangkit berbentuk HMI (Human Machine Interface) yang dapat mengoperasikan PLTA dari jarak jauh (remote) dan secara terpusat di UBP masing-masing.
Modul Sistem kontrol pembangkit yang ada di UBP Mrica dan UBP Saguling yang berbasis PLC (Programmable Logic Controller) saat ini sudah obsolete dan tools engineering-nya (Hardware & Software) sudah tidak ada. Untuk tetap menjaga dan meningkatkan kehandalan pembangkit, maka disusun master plan LCM dan grand design program POPST.
Beberapa inisiatif kemudian dilakukan, diantaranya adalah melakukan :
§ Retrofit dan remotisasi sistem kontrol di PLTA
§ Renovasi dan automasi peralatan-peralatan (Mekanikal, Elektrikal dan Kontrol Instrument) di PLTA
§ Pembuatan program aplikasi HMI yang dapat mengoperasikan seluruh pembangkit.
§ Pemasangan CCTV untuk seluruh PLTA/M untuk mendukung sistem pemantauan operasi dan pengamanan.
Bagi perusahaan, manfaat sekaligus tujuan dari implementasi program POPST adalah untuk :
§ Meningkatkan keandalan pembangkit
§ Meningkatkan produktivitas (MW/Pegawai) sumber daya manusia perusahaan
§ Meningkatkan efisiensi biaya operasi pembangkit
§ Menciptakan sistem pengoperasian pembangkit yang efektif dan efisien
§ Melakukan pemerataan beban kerja pegawai
| Yes | | | | Kekayaan Ekosistem Terumbu Karang Memberi Nilai Ekonomis Bagi Nelayan
|
Posisi Indonesia sebagai sumber ikan dan terumbu karang hias terbesar di dunia pada tahun 1980-1990-an telah mendorong kerusakan dan kehancuran ekosistem laut secara besar-besaran akibat cara tangkap nelayan yang tidak ramah lingkungan. Penggunaan potassium chloride oleh para nelayan di pesisir utara Bali secara besar-besaran mengakibatkan kerusakan ekosistem terumbu karang mulai dari Bali, Kalimantan, Sulawesi sampai perairan Papua. Hal itu menyebabkan ikan-ikan menjauhi kawasan pesisir karena habitat mereka hanya tersedia di laut dalam. Akibatnya para nelayan mengalami kesulitan dalam mencari nafkah karena mereka harus berlayar lebih jauh untuk mendapatkan ikan.
Selain menjadi habitat berbagai biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak, terumbu karang berperan sangat penting dalam melindungi pantai atau daerah pesisir dan laut dari tekanan arus dan pasang surut air laut serta gelombang. Terumbu Karang juga dapat meminimalisasi abrasi dan dampak kehancuran dari bencana alam tsunami. Secara mudahnya dari sisi ekologis terumbu karang memegang peranan sangat penting bagi suatu kawasan pesisir dan laut.
Menyadari pentingnya ekosistem pesisir bagi kelangsungan ekologi dan kehidupan masyarakat maka sejak tahun 2007 PT Indonesia Power yang mengoperasikan pembangkit-pembangkit thermal di pesisir pantai kegiatan bantuan tersebut dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Darwin Initiative, LEAD Indonesia, Reef Check International dan Marine Aquarium Council Indonesia mendorong berbagai program penyelamatan laut dan terumbu karang dengan penyadaran, peningkatan keterampilan serta pengembangan lembaga ekonomi pesisir. Upaya ini kemudian terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperbaiki kualitas lingkungan. Hanya dalam waktu empat tahun, 70% kawasan perairan yang rusak selama dekade 1980-1990 telah berhasil diperbaiki.
Program yang kemudian diberi tajuk Blue is New Green ini kemudian juga Indonesia Power menerima penghargaan dibidang lingkungan dalam MDGs Awards 2008 dari United Nations Development Programme on Millenium Development Goals in Asia Pacific. Indonesia Power juga mendapatkan penghargaan CSR Awards Kategori Silver di bidang Penyehatan Lingkungan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2009.
Eksposisi Program Konservasi Terumbu Karang PT Indonesia Power
Dalam rangka melanjutkan kelangsungan program tersebut, PT Indonesia Power akan mengadakan kegiatan kunjungan sekaligus Exposisi Program Konservasi Terumbu Karang Tahap II di Kabupaten Buleleng – Bali pada tanggal 24 Nopember 2011. Lokasi acara akan dilangsungkan di Desa Pemaron Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali; desa yang awalnya menjadi salah satu sumber kerusakan laut di Indonesia Timur kini menjadi pelopor berbagai upaya untuk memperbaiki laut dan pesisir.
| Yes | | | |
PT Indonesia Power bekerja sama dengan Club Basket Satria Podomoro yang anggotanya kebanyakan anak-anak pensiunan PT Indonesia Power melatih dan membimbing anak sekolah yang bergabung untuk dibina agar menjadi olahragawan Bola Basket yang berprestasi
|
Jakarta Utara merupakan wilayah yang sangat penting bukan hanya di DKI Jakarta, tetapi di Indonesia. Keberadaan Pelabuhan Nasional Tanjung Priok dan kawasan wisata terbesar di Asia Teggara serta keberadaan 2 pembangkit listrik besar juga masyarakatnya yang beragam berdampingan dengan harmonis menjadi ciri yang luar biasa. Jakarta utara telah menjadi barometer keamanan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semua komponen masyarakat dan Pemerintah daerah senantiasa bersinergi meningkatkannya.
Situasi keamanan dan pembangunan yang kondusif terus dipelihara oleh semua komponen masyarakat Jakarta utara. Pemuda, mahasiswa dan pelajar dengan pembinaan dari Pemerintah Daerah, Perusahaan dan inisiatif swakarsa terus melakukan aktifitas yang dinamis dan positif. Salah satunya adalah kegiatan Turnamen Basket SLTP se Jakarta Utara yang tahun ini memasuki tahun ke 6.. Semenjak Tahun 2007 PT. Indonesia Power UBP Priok bekerjasama dengan PERBASI DKI Jakarta telah mengadakan kejuaraan bola basket berawal di lapangan Basket SMPN 116 Jakarta Utara dan berlanjut sampai tahu 2012 diadakan di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Di tahun 2012 diadakan kejuaraan Bola Basket SLTP se Jakarta Utara dari tangal 14-17 Desember 2012, dan diharapka bisa berkembang pada tingkat nasional dengan dukungan dari berbagai pihak.
Untuk melanjutkan pembinaan prestasi, PT Indonesia Power bekerja sama dengan Club Basket Satria Podomoro yang anggotanya kebanyakan anak-anak pensiunan PT Indonesia Power melatih dan membimbing anak sekolah yang bergabung untuk dibina agar menjadi olahragawan Bola Basket yang berprestasi, untuk itu setiap acara kompetisi kelompok umur di DKI Jakarta selalu ikut serta dan hasilnya mendapatkan Juara II untuk kelompok umur 18 tahun di tahun 2011.
Disamping membina prestasi olah raga dampak psikologi adalah anak-anak akan punya motivasi untuk maju dan waktu yang dipakai untuk berlatih berdampak positif dalam kehidupan mereka, menjauhi kegiatan negatif yang terakhir ini meresahkan masyarakat seperti bulliyying, penggunaan narkoba, Tawuran dan sebagainya. Bagi anak-anak berprestasi maka akan mudah melanjutkan ke SLTA karena banyak SMAN atau swasta yang mencari Atlit Bola Basket untuk dijadikan Tim sekolah mereka dan mendapatkan beasiswa, juga ada beberapa Club Bola Basket yang bersdia membayar, memberikan honor kepada olahragawan tersebut untuk membela nama Clubnya.
Selain kinerja operasional yang baik, PT.Indonesia Power UBP.Priok yang memiliki slogan “BANGKIT, BERKARYA dan BERPRESTASI, juga mendapatkan beberapa penghargaan dalam melaksanakan CSR (Corporate social Responsibility) terbaik se Jawa Bali, Sitem management Pengamanan Emas dari Kapolri.
Hidup! Pemuda, Jayalah! Remaja Jakarta Utara…. Tawuran NO!!!, Basker YESS!
Humas PT. Indonesia Power UBP.Priok
Taufik Rahman 08128047460
| No |
|
View in Web Browser /_layouts/VisioWebAccess/VisioWebAccess.aspx?listguid={ListId}&itemid={ItemId}&DefaultItemOpen=1 0x0 0x1 FileType vdw 255 Manage Subscriptions /_layouts/images/ReportServer/Manage_Subscription.gif /_layouts/ReportServer/ManageSubscriptions.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x80 0x0 FileType rdl 350 Manage Data Sources /_layouts/ReportServer/DataSourceList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x20 FileType rdl 351 Manage Shared Datasets /_layouts/ReportServer/DatasetList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x20 FileType rdl 352 Manage Parameters /_layouts/ReportServer/ParameterList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rdl 353 Manage Processing Options /_layouts/ReportServer/ReportExecution.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rdl 354 Manage Cache Refresh Plans /_layouts/ReportServer/CacheRefreshPlanList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rdl 355 View Report History /_layouts/ReportServer/ReportHistory.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x40 FileType rdl 356 View Dependent Items /_layouts/ReportServer/DependentItems.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rsds 350 Edit Data Source Definition /_layouts/ReportServer/SharedDataSource.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rsds 351 View Dependent Items /_layouts/ReportServer/DependentItems.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType smdl 350 Manage Clickthrough Reports /_layouts/ReportServer/ModelClickThrough.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType smdl 352 Manage Model Item Security /_layouts/ReportServer/ModelItemSecurity.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x2000000 FileType smdl 353 Regenerate Model /_layouts/ReportServer/GenerateModel.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType smdl 354 Manage Data Sources /_layouts/ReportServer/DataSourceList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x20 FileType smdl 351 Load in Report Builder /_layouts/ReportServer/RSAction.aspx?RSAction=ReportBuilderModelContext&list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x2 FileType smdl 250 Edit in Report Builder /_layouts/images/ReportServer/EditReport.gif /_layouts/ReportServer/RSAction.aspx?RSAction=ReportBuilderReportContext&list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rdl 250 Edit in Report Builder /_layouts/ReportServer/RSAction.aspx?RSAction=ReportBuilderDatasetContext&list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rsd 250 Manage Caching Options /_layouts/ReportServer/DatasetCachingOptions.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rsd 350 Manage Cache Refresh Plans /_layouts/ReportServer/CacheRefreshPlanList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId}&IsDataset=true 0x0 0x4 FileType rsd 351 Manage Data Sources /_layouts/ReportServer/DataSourceList.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x20 FileType rsd 352 View Dependent Items /_layouts/ReportServer/DependentItems.aspx?list={ListId}&ID={ItemId} 0x0 0x4 FileType rsd 353 Compliance Details javascript:commonShowModalDialog('{SiteUrl}/_layouts/itemexpiration.aspx?ID={ItemId}&List={ListId}', 'center:1;dialogHeight:500px;dialogWidth:500px;resizable:yes;status:no;location:no;menubar:no;help:no', function GotoPageAfterClose(pageid){if(pageid == 'hold') {STSNavigate(unescape(decodeURI('{SiteUrl}'))+'/_layouts/hold.aspx?ID={ItemId}&List={ListId}'); return false;} if(pageid == 'audit') {STSNavigate(unescape(decodeURI('{SiteUrl}'))+'/_layouts/Reporting.aspx?Category=Auditing&backtype=item&ID={ItemId}&List={ListId}'); return false;} if(pageid == 'config') {STSNavigate(unescape(decodeURI('{SiteUrl}'))+'/_layouts/expirationconfig.aspx?ID={ItemId}&List={ListId}'); return false;}}, null); return false; 0x0 0x1 ContentType 0x01 898 Edit in Browser /_layouts/images/icxddoc.gif /_layouts/formserver.aspx?XsnLocation={ItemUrl}&OpenIn=Browser&Source={Source} 0x0 0x1 FileType xsn 255 Edit in Browser /_layouts/images/icxddoc.gif /_layouts/formserver.aspx?XmlLocation={ItemUrl}&OpenIn=Browser&Source={Source} 0x0 0x1 ProgId InfoPath.Document 255 Edit in Browser /_layouts/images/icxddoc.gif /_layouts/formserver.aspx?XmlLocation={ItemUrl}&OpenIn=Browser&Source={Source} 0x0 0x1 ProgId InfoPath.Document.2 255 Edit in Browser /_layouts/images/icxddoc.gif /_layouts/formserver.aspx?XmlLocation={ItemUrl}&OpenIn=Browser&Source={Source} 0x0 0x1 ProgId InfoPath.Document.3 255 Edit in Browser /_layouts/images/icxddoc.gif /_layouts/formserver.aspx?XmlLocation={ItemUrl}&OpenIn=Browser&Source={Source} 0x0 0x1 ProgId InfoPath.Document.4 255 View in Browser /_layouts/xlviewer.aspx?id={ItemUrl}&DefaultItemOpen=1 0x0 0x1 FileType xlsx 255 View in Browser /_layouts/xlviewer.aspx?id={ItemUrl}&DefaultItemOpen=1 0x0 0x1 FileType xlsm 255 View in Browser /_layouts/xlviewer.aspx?id={ItemUrl}&DefaultItemOpen=1 0x0 0x1 FileType xlsb 255 Version Timeline /_catalogs/masterpage/Infragistics/Timeline/TimelineIcon16.png javascript:Infragistics.IgTimelineHelper.get_instance().executeHistoryCommandList('{SiteUrl}', '{ListId}'); 0x0 0x0 ContentType 0x01 600 |
|