Skip Ribbon Commands
Skip to main content
Use SHIFT+ENTER to open the menu (new window).
  
  
Sinopsis
Artikel
  
Attachment
  

​Osama Bin Laden has just dead.

 

​Osama Bin Laden has just dead yesterday.

Yes
  

“Proyek pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit listrik merupakan upaya bangsa dalam menghemat energy. Sebab, bahan bakar gas bisa menghemat 4 kali lipat dibanding BBM".

 

Tiap tahun bisa menghemat Rp 9 triliun.

Semarang 28 Juni 2011
Riwayat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah nyaris berakhir. Rencananya, PLTGU yang mulai beroperasi
tahun 1978 ini akan ditutup pertengahan tahun ini. Penyebabnya, PLTGU ini memakai bahan bakar solar dan tidak efisien. Harga solar semakin mahal mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Nasib PLTGU Tambak Lorok semakin terancam setelah rencana pembangunan pipa gas Kalimantan ke Jawa, hingga kini belum terealisasi. Sedianya, gas dari Bontang sebanyak 1.000 juta kaki kubik per hari (millions standard cubic feet per day/MMSCFD) tak bisa terealisasi, karena ketidakcukupan jaminan pasokan gas.
Pembangkit listrik Tambak Lorok terdiri dari 3 unit. Dua unit PLTU berbahan bakar minyak (marine fuel oil/MFO) dengan kapasitas terpasang masing-masing 50 MW dan mulai operasi tahun 1978), sedangkan satu pembangkit 1 unit dengan kapasitas terpasang 200 MW (mulai beroperasi tahun 1983).
Tambak Lorok juga memiliki 2 blok PLTGU yang mulai beroperasi tahun 1993 dan tahun 1996). PLTGU ini terdiri dari 6 unit PLTG dan 2 unit turbin uap dengan kapasitas total 900 MW. Kedua blok PLTGU tersebut dapat beroperasi baik dengan gas maupun solar. Gara-gara gas tak kunjung datang, kedua blok PLTGU tersebut masih dioperasikan dengan solar. Kedua blok PLTGU tersebut memerlukan gas sekitar 160 sampai 180 MMCFD.
Kini, PLTGU Tambak Lorok mulai bisa bernafas lega. PT Pertamina EP dan Petronas bersedia mengalirkan gasnya ke pembangkit yang dikelola oleh PT Indonesia Power ini.
Pertamina EP telah berjanji akan mengalirkan gas sebesar 50 MMSCFD ke PLTGU Tambak Lorok dari Gundih Blora. Nah, peresmian proyek penyaluran gas tersebut diresmikan ditandai dengan pembuatan Ground Breaking Proyek Hemat di PLTGU Tambak Lorok
PLTGU Tambak Lorok yang dikelola PT Indonesia Power memperoleh pasokan gas. Tiap tahun bisa menghemat Rp 9 triliun. Penyaluran Gas dari Gundih Blora ke Tambak Lorok, akhir Juni lalu. Peresmian dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh bersama jajaran Direksi Kelistrikan, Dirjen MIGAS dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, Direktur Produksi PT Indonesia Power beserta jajaran, beserta GM dan Manajemen Unit Bisnis Pembangkitan Semarang.
“Proyek pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit listrik merupakan upaya bangsa dalam menghemat energy. Sebab, bahan bakar gas bisa menghemat 4 kali lipat dibanding BBM.
Penghematan BBM untuk pembangkit Listrik merupakan program pemerintah,” kata Darwin. Dirut PLN Dahlan Iskan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM atas terobosan yang diberikan, sehingga pengalihan bahan bakar minyak ke gas untuk PLTGU Tambak Lorok bisa direalisasikan.
Dahlan berharap, penyaluran gas sebesar 50 MMSCFD dapat ditingkatkan lagi menjadi 100 MMSCFD agar bisa menutup semua kebutuhan bahan bakar dan bisa menggantikan BBM. “Proyek ini merupakan upaya PT PLN, melakukan penghematan dan mengalihkan bahan bakar ke yang lebih ekonomis sehingga bisa mengurangi subsidi pemerintah,” ucap dia.
Nah, gas tersebut diambil dari Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) milik Pertamina EP dan dialirkan melalui pipa milik PT Sumber Petrindo Perkasa.
Metode penyaluran gas dilakukan oleh PT Sumber sejak 2013 selama 15 tahun untuk volume sebesar 50 MMSCFD. Gas tersebut akan diangkut melalui pipa dengan diameter 20 inchi dengan panjang 140 kilometer. Aliran gas dari Gundih itu nantinya bisa menggantikan pemakaian solar sebanyak 500 juta liter per tahun.
Kalau dirupiahkan akan menghemat sekitarRp 2,9 triliun per tahun. Selain gas dari Pertamina EP, PLTGU Tambak Lorok juga dipasok oleh Petronas sebanyak 116 MMSCFD.
Pada kesempatan itu, PLN dan Indonesia Power memberi bantuan satu unit mobil Klinik Keliling untuk untuk Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Jawa Tengah, bantuan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi yang menemukan pembangkit listrik tenaga labu, serta bantuan untuk program pemberdayaan masyarakat di sekitar PLTGU Tambak Lorok.

 

Yes
  

Usai menunjuk perusahaan Daniel sebagai rekanan, ada due diligence atau pemeriksaan kemampuan kinerja perusahaan. Dari hasil itu, dua perusahaan Daniel dianggap hanya mampu memasok 320 ribu metrik ton.​

  

Matahari hanya mampu memasok 320 ribu metrik ton

 

Kamis, 26 Mei 2011
 
PT Indonesia Power sudah menjalankan peran sesuai perjanjian dengan Matahari Anugerah Perkasa dan PT Group Rahmat Bersama selaku rekanan proyek pengadaan batu bara di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya.

 

 “Kedua belah pihak sebenarnya sudah sepakat dengan komitmen,” ujar juru bicara   Indonesia Power, Lutfhi Hani, usai sidang gugatan perdata dengan agenda jawaban pihak tergugat di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 26 Mei 2011.

Luthfi menjelaskan, usai menunjuk perusahaan Daniel sebagai rekanan, ada due diligence atau pemeriksaan kemampuan kinerja perusahaan. Dari hasil itu, dua perusahaan Daniel dianggap hanya mampu memasok 320 ribu metrik ton.
 
“Jadi Matahari hanya mampu itu. Ini due diligence bukan kami yang mengerjakan. Tapi lembaga konsultan independen,” kata dia.
Indonesia Power, kata Luthfi, kukuh dalam proyek ini pihaknya sudah sepakat dengan volume pengadaan 320 ribu metrik ton. “Pada saat 2010 sudah ada komitmen tapi kenapa ini sekarang jadi masalah?” ujarnya.

 

Yes
  

Luthfi juga membantah Matahari Anugerah dan Rahmat Group terpilih sebagai pemenang lelang tender pengadaan batubara lewat kesepakatan di bawah tangan antara Direksi Indonesia Power dan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin ​

 Tidak ada kesepakatan dibawah tangan dengan pejabat Demokrat 

 
Jakarta, 27 Mei 2011
 
Indonesia Power menilai PN Jakarta Selatan tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara Sebab sesuai dokumen kerjasama antara Matahari Anugerah Rahmat Group dan Indonesia Power. setiap sengketa harus dibawa ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia BANI.
 
Kepala Bidang Komunikasi Korporat Indonesia Power Luthfi Hani mengungkapkan Matahari Anugerah dan Rah mat Group sebelumnya tidak pernah berusaha untuk menyelesaikan perkara ini di BANI. Malahan penggugat langsung mendaftarkan gugatannya ke pengadilan, karena itu PN Jakarta Selatan harus menolak gugatan itu.
 
Luthfi menjelaskan Indonesia Power tidak pernah memotong jatah pengadaan batubara Matahari Anugerah dan Rahmat Group dalam proyek pengadaan batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU Suralaya dari semula 500 000 metrik ton menjadi 320 000 metrik ton.

Menurutnya justru Matahari Anugerah dan Rahmat Group yang tidak mampu menyetor 500.000 metrik ton batubara tapi hanya menyediakan 320 000 metrik ton. Gara gara itu Indonesia Power harus menutupi kekurangan pengadaan batubara tersebut dari peserta dan pemenang tender lain Kemampuan mereka hanya mampu 320.000 ton selama lima bulan dan itu sudah disetujui oleh kedua belah pihak dan sudah melalui due dilligence ungkap Luthfi kemarin.
Luthfi juga membantah Matahari Anugerah dan Rahmat Group telah menyetor jaminan Saat diminta menyetorkan bank garansi 1%-3% daripada nilai proyek Rahmat Group dan Matahari temyata tidak mampu karena kesulitan keuangan. Begitu juga ketika mereka diminta menyetor jaminan penawaran atau performance bond Keduanya belum menyetor karena tidak punya cashflow kata Luthfi.
Luthfi juga membantah Matahari Anugerah dan Rahmat Group terpilih sebagai pemenang lelang tender pengadaan batubara lewat kesepakatan di bawah tangan antara Direksi Indonesia Power dan Ben dahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin Sebab seluruh proses tender pengadaan batubara dilakukan lewat sistem komputerisasi

 

Yes
  

PT Indonesia Power berhasil meraih peringkat I untuk kategori private non keuangan non listed pada Annual Report Award (ARA) 2010​

PT Indonesia Power berhasil meraih peringkat I untuk kategori private non keuangan non listed pada Annual Report Award (ARA) 2010 yang diselenggarakan di Jakarta, Rabu 14 September 2011.
Penghargaan ini menegaskan komitmen IP dalam menerapkan prinsip-prinsip GCG dan transparansi informasi dalam menjalankan kegiatan usahanya. ​

Yes
  

Meski diakui belum sempurna, alhamdulillah, sejauh ini inisiatif- inisiatif kami mendapatkan apresiasi positif dan dukungan dari stakeholders beberapa contoh raihan PROPER Hijau dan Biru bagi seluruh unit pembangkit listrik IP.  Yang terkini, IP meraih GKPM Award 2011 di bidang kesehatan Ibu dan Anak.​

Inisiatif-inisiatif CSR IP Mendapat Apresiasi Stakeholder

SEBAGAI bagian tata kelola perusahaan yang baik Indonesia Power berusaha melakukan bisnis secara bertanggung jawab, termasuk mengelola lingkungan dan masyarakat di sekitarnya melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).
pada pertumbuhannya IP memfokuskan kegiatan CSR-nya pada pelestarian lingkungan sementara program pemberdayaan
masyarakat diarahkan untuk isu terkait proses bisnis pembangkit listrik maupun permasalahan yang dihadapi warga di sekitar
pembangkit.
Kegiatan kemasyarakatan yang dilakukan IP memang cukup beragam. Tetapi secara garis besar terbagi dalam tiga bidang, yaitu pelayanan masyarakat seperti bantuan infrastruktur, kesehatan, beasiswa, dan tanggap darurat bencana; pembinaan hubungan seperti diskusi dan komunikasi sosial serta pemberdayaan seperti pengembangan ekonomi mikro dan lembaga keuangan mikro. Program-program ini dirangkai dengan nama IP-CARE (Indonesia Power Community Assistance, Relation, and Empowerment).
Di bidang lingkungan hidup, kegiatan CSR difokuskan pada pengelolaan lingkungan pembangkit listrik yaitu lokasi pembangkit
thermal di daerah pesisir pantai dan pembangkit-pembangkit dengan energi terbarukan yaitu daerah aliran sungai. Pelestarian
lingkungan di daerah pesisir diarahkan pada kegiatan konservasi terumbu karang dan penanaman mangrove. “Pembangkit-pembangkit yang kami kelola umumnya berada di daerah pesisir jadinya lebih kepada rehabilitasi pesisir laut melalui implantasi terumbu karang, konservasi ikan hias dan penanaman mangrove tanpa melupakan pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi usaha nelayankarena kita punya segmentasi tersendiri di bidang pelestarian lingkungan yaitu blue is
new green. Yaitu bagaimana melihat rehabilitasi laut sebagai isu green atau lingkungan” ujar Noesita Indriani selaku Sekretaris Perusahaan.
Sementara di daerah sungai lebih diarahkan pada kegiatan rehabilitasi lahan sebagai upaya mengatasi erosi dan longsor. “sebagian pembangkit listrik Indonesia Power memanfaatkan air (PLTA) sebagai energi primer, maka kegiatan kami lebih pada menjaga kelestarian sungai,” kata Dewi Sri Wahyunie, Direktur Keuangan PT Indonesia Power. “Ini dilakukan dengan sepenuhnya melibatkan dan memperhatikan kepentingan warga yang tinggal di sepanjang DAS.
Bahkan IP melakukan inisiasi upaya imbal jasa lingkungan (payment for environmental services) melalui kegiatan skema
Hilir Peduli dan Hulu Menanam agar lebih banyak stakeholders sungai yang terlibat.” Indonesia Power terus menyempurnakan
program tanggung jawab sosial perusahaannya.
Tetapi, disampaikan Luthfi Hani, Kepala Bidang Komunikasi Korporat, “meski diakui belum sempurna, alhamdulillah, sejauh ini inisiatif- inisiatif kami mendapatkan apresiasi positif dan dukungan dari stakeholders” ia menyebutkan beberapa contoh raihan PROPER Hijau dan Biru bagi seluruh unit pembangkit listrik IP.
Yang terkini, IP meraih GKPM Award 2011 di bidang kesehatan Ibu dan Anak. Menurut Luthfi, selain menata sendiri program CSR, IP juga kerapkali diundang sebagai narasumber dalam berbagai forum forum CD dan CSR “selain diharapkan dapat menginspirasi, kesempatan ini utamanya (menjadi) peluang bagi kami untuk melakukan benchmarking program” jelasnya.
IP saat ini menjadi salah satu rujukan benchmark bagi Advanced Training Corporate Forum for Community Development dan Pelatihan CDO di Kementerian ESDM.
 

 

Yes
  

Pengendalian Operasi Pembangkit Secara Terpadu (POPST) merupakan salah satu bagian dari penerapan LCM dan master plan LCM yang telah disusun untuk mengoptimalkan keandalan unit pembangkit PT Indonesia Power yaitu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica dan UBP Saguling.

Dalam rangka mewujudkan visinya sebagai perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan, PT Indonesia Power salah satu anak perusahaan PT PLN dibidang pembangkitan tenaga listrik menetapkan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) untuk periode tahun 2010-2015.

Guna memastikan pencapaiannya, PT Indonesia Power melakukan Transformasi Perusahaan menuju Operational Excellence. Proses transformasi itu ditunjukkan melalui peningkatan kinerja operasional perusahaan secara berjenjang hingga mencapai  Top World 10 % pada tahun 2015.  Salah satu indikatornya adalah pencapaian tingkat maturitas tata kelola aktivitas pembangkitan energi listrik .  Untuk itu PT Indonesia Power menerapkan Life Cycle Management (LCM), sebagai salah satu program strategis untuk peningkatan kinerja operasional. 

 

Pengendalian Operasi Pembangkit Secara Terpadu (POPST) merupakan salah satu bagian dari penerapan LCM dan master plan LCM yang telah disusun untuk mengoptimalkan keandalan unit pembangkit PT Indonesia Power yaitu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mrica dan UBP Saguling.

 

Kedua UBP tersebut  mengelola beberapa Pusat Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pusat Listrik Tenaga Air Mini Hydro (PLTM) di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat. UBP Mrica mengelola 322.8 MW dan  UBP Saguling mengelola sebesar 798.02 MW. Sehingga total keseluruhan kapasitas yang dikelola oleh kedua UBP tersebut mencapai 1120.82 MW.

 

POPST adalah suatu aplikasi sistem kontrol pembangkit berbentuk HMI (Human Machine Interface) yang dapat mengoperasikan PLTA dari jarak jauh (remote) dan secara terpusat di UBP masing-masing.
Modul Sistem kontrol pembangkit yang ada di UBP Mrica dan UBP Saguling yang berbasis PLC (Programmable Logic Controller) saat ini sudah obsolete dan tools engineering-nya (Hardware & Software) sudah tidak ada. Untuk tetap menjaga dan meningkatkan kehandalan pembangkit, maka disusun master plan LCM dan grand design program POPST.
Beberapa inisiatif kemudian dilakukan, diantaranya adalah melakukan :
§  Retrofit dan remotisasi sistem kontrol di PLTA
§  Renovasi dan automasi peralatan-peralatan (Mekanikal, Elektrikal dan Kontrol Instrument) di PLTA
§  Pembuatan program aplikasi HMI yang dapat mengoperasikan seluruh pembangkit.
§  Pemasangan CCTV untuk seluruh PLTA/M untuk mendukung sistem pemantauan operasi dan pengamanan.
 
Bagi perusahaan, manfaat sekaligus tujuan dari implementasi program POPST adalah untuk :
§  Meningkatkan keandalan pembangkit
§  Meningkatkan produktivitas (MW/Pegawai) sumber daya manusia perusahaan
§  Meningkatkan efisiensi biaya operasi pembangkit
§  Menciptakan sistem pengoperasian pembangkit yang efektif dan efisien
§  Melakukan pemerataan beban kerja pegawai

 

Yes
  
Kekayaan Ekosistem Terumbu Karang Memberi Nilai Ekonomis Bagi Nelayan

 

Posisi Indonesia sebagai sumber ikan dan terumbu karang hias terbesar di dunia pada tahun 1980-1990-an telah mendorong kerusakan dan kehancuran ekosistem laut secara besar-besaran akibat cara tangkap nelayan yang tidak ramah lingkungan. Penggunaan potassium chloride oleh para nelayan di pesisir utara Bali secara besar-besaran mengakibatkan kerusakan ekosistem terumbu karang mulai dari Bali, Kalimantan, Sulawesi sampai perairan Papua. Hal itu menyebabkan ikan-ikan menjauhi kawasan pesisir karena habitat mereka hanya tersedia di laut dalam. Akibatnya para nelayan mengalami kesulitan dalam mencari nafkah karena mereka harus berlayar lebih jauh untuk mendapatkan ikan.
Selain menjadi habitat berbagai biota laut untuk tumbuh dan berkembang biak, terumbu karang berperan sangat penting dalam melindungi pantai atau daerah pesisir dan laut dari tekanan arus dan pasang surut air laut serta gelombang. Terumbu Karang juga dapat meminimalisasi abrasi dan dampak kehancuran dari bencana alam tsunami. Secara mudahnya dari sisi ekologis terumbu karang memegang peranan sangat penting bagi suatu kawasan pesisir dan laut.
Menyadari pentingnya ekosistem pesisir bagi kelangsungan ekologi dan kehidupan masyarakat maka sejak tahun  2007 PT Indonesia Power yang mengoperasikan pembangkit-pembangkit thermal di pesisir pantai kegiatan bantuan tersebut dilaksanakan dengan bekerjasama dengan Darwin Initiative, LEAD Indonesia, Reef Check International dan Marine Aquarium Council Indonesia mendorong berbagai program penyelamatan laut dan terumbu karang dengan penyadaran, peningkatan keterampilan serta pengembangan lembaga ekonomi pesisir. Upaya ini kemudian terbukti berhasil meningkatkan kesejahteraan nelayan serta memperbaiki kualitas lingkungan. Hanya dalam waktu empat tahun, 70% kawasan perairan yang rusak selama dekade 1980-1990 telah berhasil diperbaiki.

 

Program yang kemudian diberi tajuk Blue is New Green ini kemudian juga Indonesia Power menerima penghargaan dibidang lingkungan dalam MDGs Awards 2008 dari United Nations Development Programme on Millenium Development Goals in Asia Pacific. Indonesia Power juga mendapatkan penghargaan CSR Awards Kategori Silver di bidang Penyehatan Lingkungan dari Kementerian Sosial Republik Indonesia tahun 2009.
Eksposisi Program Konservasi Terumbu Karang PT Indonesia Power
Dalam rangka melanjutkan kelangsungan program tersebut, PT Indonesia Power akan mengadakan kegiatan kunjungan sekaligus Exposisi Program Konservasi Terumbu Karang Tahap II di  Kabupaten Buleleng – Bali pada tanggal 24 Nopember 2011. Lokasi acara akan dilangsungkan di Desa Pemaron Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali; desa yang awalnya menjadi salah satu sumber kerusakan laut di Indonesia Timur kini menjadi pelopor berbagai upaya untuk memperbaiki laut dan pesisir.

 

Yes
  

PT Indonesia Power bekerja sama dengan Club Basket Satria Podomoro yang anggotanya kebanyakan anak-anak pensiunan PT Indonesia Power melatih dan membimbing anak sekolah yang bergabung untuk dibina agar menjadi olahragawan Bola Basket yang berprestasi

Jakarta Utara merupakan wilayah yang sangat penting bukan hanya di DKI Jakarta, tetapi di Indonesia. Keberadaan Pelabuhan Nasional Tanjung Priok dan kawasan wisata terbesar di Asia Teggara serta keberadaan 2 pembangkit listrik besar juga  masyarakatnya yang beragam berdampingan dengan harmonis menjadi ciri yang luar biasa. Jakarta utara telah menjadi barometer keamanan dan pertumbuhan ekonomi Indonesia dan semua komponen masyarakat dan Pemerintah daerah senantiasa bersinergi meningkatkannya.

Situasi  keamanan dan pembangunan yang kondusif terus dipelihara oleh semua komponen masyarakat Jakarta utara. Pemuda, mahasiswa dan pelajar dengan pembinaan dari Pemerintah Daerah, Perusahaan dan inisiatif swakarsa terus melakukan aktifitas yang dinamis dan positif. Salah satunya adalah kegiatan Turnamen Basket SLTP se Jakarta Utara yang tahun ini memasuki tahun ke 6..
  
Semenjak Tahun 2007 PT. Indonesia Power UBP Priok bekerjasama dengan PERBASI DKI Jakarta telah mengadakan kejuaraan bola basket berawal di lapangan Basket SMPN 116 Jakarta Utara dan berlanjut sampai tahu 2012 diadakan di Gelanggang Remaja Jakarta Utara. Di tahun 2012 diadakan kejuaraan Bola Basket SLTP se Jakarta Utara dari tangal 14-17 Desember 2012, dan diharapka bisa berkembang pada tingkat nasional dengan dukungan dari berbagai pihak.
 
Untuk melanjutkan pembinaan prestasi, PT Indonesia Power bekerja sama dengan Club Basket Satria Podomoro yang anggotanya kebanyakan anak-anak pensiunan PT Indonesia Power melatih dan membimbing anak sekolah yang bergabung untuk dibina agar menjadi olahragawan Bola Basket yang berprestasi, untuk itu setiap acara kompetisi kelompok umur di DKI Jakarta selalu ikut serta dan hasilnya mendapatkan Juara II untuk kelompok umur 18 tahun di tahun 2011.
 

Disamping membina prestasi olah raga dampak psikologi adalah anak-anak akan punya motivasi untuk maju dan waktu yang dipakai untuk berlatih berdampak positif dalam kehidupan mereka, menjauhi kegiatan negatif yang terakhir ini meresahkan masyarakat seperti bulliyying, penggunaan narkoba, Tawuran dan sebagainya. Bagi anak-anak berprestasi maka akan mudah melanjutkan ke SLTA karena banyak SMAN atau swasta yang mencari Atlit Bola Basket untuk dijadikan Tim sekolah mereka dan mendapatkan beasiswa, juga ada beberapa Club Bola Basket yang bersdia membayar, memberikan honor kepada olahragawan tersebut untuk membela nama Clubnya.

 
Selain kinerja operasional yang baik, PT.Indonesia Power UBP.Priok yang memiliki slogan “BANGKIT, BERKARYA dan BERPRESTASI, juga mendapatkan beberapa penghargaan dalam melaksanakan CSR (Corporate social Responsibility) terbaik se Jawa Bali, Sitem management Pengamanan Emas dari Kapolri.
 
Hidup! Pemuda, Jayalah! Remaja Jakarta Utara…. Tawuran NO!!!, Basker YESS!

Humas     PT. Indonesia Power UBP.Priok
           Taufik Rahman  08128047460

No
  

TERKAIT: PATUTLAH diberikan salut pada masyarakat Bali. Sesudah itu, teruskan penghargaan
pada stakeholders pariwisatanya. Kisah ini bisa juga menginspirasi para calon inisiative namers,
calon-calon pengambil inisiatif di daerah destinasi lain. Kemenparekraf mendukung kegiatan
ekowisata ini, pastinya. Ya, betul dulu di sini ada pembantaian penyu. Nah, sekarang kami dari
masyarakat melakukan pelestarian. -- Mr Turtle Jika kebetulan Anda sedang berada di Jalan Raya
Pantai Kuta sekitar pukul 16.00 sore dan mendengar suara pengumuman pelepasan tukik (anak
penyu) dari arah pintu gerbang pantai Kuta, Anda sedang mendengarkan suara Mr Turtle yang
menginformasikan acara pelepasan tukik di pantai sore itu. Saat ditemui, Mr Turtle sedang sibuk
memberi aba-aba kepada para wisawatan, baik wisman maupun wisnus, yang hendak melepaskan
tukik ke laut di pantai Kuta. Ya, betul dulu di sini ada pembantaian penyu. Nah, sekarang kami dari
masyarakat, melakukan pelestarian. Selain menjadi promosi pariwisata, juga bagi turis akan
mendapat pengalaman dan menikmati selama hidupnya. Makanya mereka terus berdatangan, kata
Mr Turtle. Dimulai ketika seekor penyu naik ke pantai Kuta di tahun 2001. Hingga akhirnya 23.964
butir terkumpul dan 12.883 telur berhasil ditetaskan selama tahun 2012. Seiring dengan naiknya
kembali penyu ke pantai Kuta, kegiatan melepas tukik pun dimulai sejak tahun 2001. Jumlah tukik
yang dilepas tergantung berapa telur menetas. Kalau menetasnya 1.000 butir, ya akan dilepas 1.000
​​​

 
TERKAIT: PATUTLAH diberikan salut pada masyarakat Bali. Sesudah itu, teruskan penghargaan

pada stakeholders pariwisatanya. Kisah ini bisa juga menginspirasi para calon inisiative namers,
calon-calon pengambil inisiatif di daerah destinasi lain. Kemenparekraf mendukung kegiatan
ekowisata ini, pastinya. Ya, betul dulu di sini ada pembantaian penyu. Nah, sekarang kami dari
masyarakat melakukan pelestarian. -- Mr Turtle Jika kebetulan Anda sedang berada di Jalan Raya
Pantai Kuta sekitar pukul 16.00 sore dan mendengar suara pengumuman pelepasan tukik (anak
penyu) dari arah pintu gerbang pantai Kuta, Anda sedang mendengarkan suara Mr Turtle yang
menginformasikan acara pelepasan tukik di pantai sore itu. Saat ditemui, Mr Turtle sedang sibuk
memberi aba-aba kepada para wisawatan, baik wisman maupun wisnus, yang hendak melepaskan
tukik ke laut di pantai Kuta. Ya, betul dulu di sini ada pembantaian penyu. Nah, sekarang kami dari
masyarakat, melakukan pelestarian. Selain menjadi promosi pariwisata, juga bagi turis akan
mendapat pengalaman dan menikmati selama hidupnya. Makanya mereka terus berdatangan, kata
Mr Turtle. Dimulai ketika seekor penyu naik ke pantai Kuta di tahun 2001. Hingga akhirnya 23.964
butir terkumpul dan 12.883 telur berhasil ditetaskan selama tahun 2012. Seiring dengan naiknya
kembali penyu ke pantai Kuta, kegiatan melepas tukik pun dimulai sejak tahun 2001. Jumlah tukik
yang dilepas tergantung berapa telur menetas. Kalau menetasnya 1.000 butir, ya akan dilepas 1.000
ekor tukik ke laut. Jika menetasnya setiap hari, berarti setiap hari pula wisatawan akan
berkesempatan melepas tukik. Yang jadi permasalahan kita sekarang ini kan pantai Kuta
merupakan salah satu destinasi pariwisata internasional. Penyu mau bertelur itu harus di tempat
sunyi, tidak ada orang. Kami dari masyarakat bersama Bali Sea Turtle Society, melibatkan
masyarakat dan wisatawan dalam upaya penyelamatan penyu di Pulau Bali. Itulah kerja keras kita.
Jadi kita berusaha keras untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penyu-penyu yang
datang untuk bertelur. Mereka ini biasanya datang pada malam hari, naik ke pantai sekitar pukul
21.00 saat high tide atau air pasang, kata Mr Turtle. Acara pelepasan tukik di pantai Kuta selalu
diadakan pukul 16.45 dengan perhitungan, waktu tersebut menjelang matahari terbenam sehingga
peluang mereka ini selamat lebih besar karena predatornya seperti burung, tidak bisa melihat
mereka lagi saat hari telah gelap. Acara ini ternyata memberi kesan mendalam kepada wisatawan.
Ada yang mengirimkan surat elektronik hanya untuk menanyakan kapan pelepasan tukik berikutnya
sehingga dia akan merencanakan liburannya sesuai jadwal tersebut. Dia senang melihat penyu
bertelur dan melepaskan tukik ke habitatnya karena banyak dari wisatawan yang sedang berlibur di
sini, sepanjang hidupnya belum pernah melihat penyu bertelur, apalagi melihatnya menetas, dan
melepasnya. Mungkin di sinilah satu-satunya tempat dia akan mempunyai kenangan seperti itu.
Apalagi kami juga melibatkan anak-anak, mulai dari melihat penyu bertelur hingga menetaskannya.
Nanti dia akan bercerita kepada teman-temannya di sekolah. Dari segi ekonomi tentunya itu besar
sekali, kan? kata Mr Turtle yang bernama lengkap I Gusti Ngurah Tresna itu dengan bangga. Di
semua pantai di Bali hanya ada satu jenis penyu yang naik ke pantai, yakni penyu abu-abu, atau
dalam bahasa lokal disebut lekang, atau olive ridley (Lepidochelys olivacea). Ternyata, semua
pantai di Bali merupakan tempat penyu bertelur. Dan jenis tukik inilah yang dilepas di pantai Kuta.
Jadi, masyarakat Bali, khususnya masyarakat di sekitar pantai Kuta, turut menjaga lingkungan dan
melestarikan hewan yang hampir punah ini, juga mengangkat citra Bali di dunia internasional. Di
samping itu pemerintah juga sudah melindungi satwa ini dengan undang-undang. Pulau Serangan
adalah sebuah gili, pulau kecil, berada di selatan Pulau Bali di Selat Lombok. Luas Pulau Serangan
awalnya 112 hektar, setelah direklamasi menjadi 400 hektar dan 40 persen wilayahnya dihuni oleh
nelayan. I Wayan Raga, salah seorang penduduk asli pulau berbagi cerita bahwa dia sudah
mempunyai, menjaga dan berusaha membudidayakan penyu-penyu hijau yang ada di
penangkarannya jauh sebelum undang-undang perlindungan penyu diberlakukan. Pada tahun 1999

di daerah itu ada sentralisasi tempat pemeliharaan penyu, tapi karena di sana pasirnya berwarna
hitam dan dihantam gelombang, akhirnya rusak. Dia khusus membudidayakan penyu hijau
(Chelonia mydas) di Pulau Serangan dan dia mempunyai beberapa tips. Penyu hanya mau bertelur
di pasir dengan jenis tertentu. Misalnya penyu hijau (Chelonia mydas) yang hanya mau bertelur di
pantai bersih berpasir putih keemasan dengan butiran halus dan suasananya tenang. Sebelum
direklamasi, Pulau Serangan merupakan tempat favorit penyu hijau bertelur, hingga disebut turtle
island, namun setelah itu jarang sekali atau nyaris tidak ada lagi penyu hijau naik ke pantai untuk
bertelur. Itulah sebabnya di Pulau Bali nyaris tidak ada penyu hijau dan akhirnya banyak dikatakan,
penyu telah punah di Bali. Hal kedua untuk membesarkan penyu hijau adalah sirkulasi air laut yang
baik. I Wayan Raga memanfaatkan air laut yang ada di depan rumah dengan mengalirkannya ke
dalam tempat penangkaran penyunya. Jadi jika air laut surut, di tempat penangkarannya masih ada
sisa air laut sampai dengan 80 centimeter. Tapi jika air laut sedang pasang, air di kolam
penangkarannya bisa mencapai lebih dari 2 meter. Dia juga menerima banyak telur-telur penyu dari
daerah lain seperti dari Banyuwangi, Jawa Timur atau Sukabumi, Jawa Barat. Di sini telur-telur itu
akan ditetaskan dan dipelihara hingga besar. Wayan menggunakan wadah hitam sebagai pengukur
ketinggian air pada setiap keranjang berisi tukik karena setiap tahapan usia tukik membutuhkan
tingkatan air berbeda-beda. Makanannya pun berbeda-beda. Tukik yang masih kecil diberikan
cacahan sea food seperti kerang atau udang windu. Setelah besar baru diberikan rumput laut. Dia
membutuhkan waktu selama 4,5 tahun untuk menemukan cara tepat membesarkan penyu hijau
(Chelonia mydas). Sampai dengan saat ini dia hanya membudidayakan penyu hijau (Chelonia
mydas). Wayan pernah mencoba memelihara penyu sisik (Eretmochelys imbricate) dan penyu batu
tapi gagal. Dia mengatakan belum berhasil mendapatkan cara yang tepat untuk membesarkan
kedua jenis penyu tersebut. Di penangkarannya, wisatawan bisa melihat tukik mulai dari usia 23
bulan sampai dengan 1012 bulan, beberapa ekor penyu hijau (Chelonia mydas) berusia 80 tahun
dan 32 tahun dan seekor penyu sisik (Eretmochelys imbricate) berwarna coklat. Penyu-penyu besar
ini merupakan penyu-penyu yang terjaring nelayan saat melaut. Dan tukik baru bisa dilepas ke laut
setelah berumur 1012 bulan. Wayan dan penangkaran penyu hijaunya (Chelonia mydas) dibina oleh
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali sejak tahun 2004. Sekarang ini dia sudah
mempunyai MoU dengan BKSDA dan harus diperpanjang setiap dua tahun. Coral plantation dan
kuda laut (Hippocampus) Berawal dari usaha individu seorang I Wayan Patut untuk memperbaiki
lingkungan di sekitarnya, akhirnya menjadi gerakan kelompok atau komunitas. Kelompok Nelayan
Pesisir Karya Segara yang dimotorinya membudidayakan terumbu karang, kuda laut (hippocampus)
dan ikan cardinal banggai (Pterapogon kauderni). Budidaya terumbu karang (coral) dilakukannya
sejak tahun 2003 sedangkan budidaya kuda laut (Hippocampus) dimulai sejak tahun 2007.
Bangunan tempat membudidayakan terumbu karang, kuda laut (Hippocampus) dan ikan cardinal
banggai (Pterapogon kauderni) baru berdiri sejak tahun 2006 dan saat itu baru ada kolam dan
terumbu karang saja. Akuarium beserta isinya baru diadakan sejak Januari 2012 dengan sponsor
sebuah bank. Rencana awalnya adalah coral plantation di Serangan seluas 6 hektar dimana baru 3
hektar yang direalisasikan sampai saat ini. Itu yang telah diusahakan oleh Kelompok Nelayan Pesisir
Karya Segara bekerja sama dengan salah satu perusahaan swasta, sejak dua tahun lalu. Ada tiga
jenis kuda laut yang dipelihara dan dibudidayakan yakni Hippocampus Kuda, Hippocampus Histrix
dan Hippocampus sp otede. Budidayanya dengan menggunakan dan mengalirkan air laut memakai
pipa sepanjang 400 m ke penangkarannya. Kuda laut bisa dilepasliarkan setelah berumur 8 bulan.
Meskipun sudah mendapat perhatian dari BKSDA, tapi Patut belum mau mengurus perizinan
budidaya. Jika memiliki izin perdagangan dan budidaya, mereka khawatir akan lebih berkonsentrasi
pada sisi komersialsaja. Dengan kelangkaan seperti ini, target mereka tidak untuk
memperdagangkannya, tapi lebih berkonsenterasi pada konservasi dan melepasnya ke alam.
Dengan menjadikan tempat ini sebagai tempat budidaya, bisa juga dimanfaatkan untuk pariwisata
yang mengandung unsur pendidikan. Tujuannya adalah ekonomi berkelanjutan terutama bagi warga
di Serangan. Kuda laut dilindungi sejak tahun 2004. Semua jenis kuda laut dilindungi sejak itu. Kuda
laut sudah tidak bisa diperdagangkan kecuali mereka yang sudah punya izin budidaya. Saya sendiri
tidak mau mempunyai izin itu, karena tempat kami ini sepenuhnya untuk konservasi, dan yang kami
budidayakan di sini, kami kembalikan semua ke alam, begitulah alasan yang disampaikan oleh
Patut. Tour operator membuatkan dan melaksanakan program menanam terumbu karang, melepas

tukik atau kuda laut dalam paketnya. Informasi mengenai pentingnya melindungi penyu hijau
(Chelonia mydas) dan kuda laut (Hippocampus) karena kedua binatang ini banyak diburu atau
dibantai untuk kebutuhan komersial dan konsumsi manusia di dalam brosurnya, mendapat respon
baik dari para wisatawan. Tempat budidaya terumbu karang, kuda laut (Hippocampus) dan cardinal
banggai (Pterapogon kauderni) adalah milik komunitas nelayan di Serangan. Modal awalnya dari
Grand Environment Facility Small Grand Program (GEFSGP) untuk membangun penangkaran
seperti ini. Akuarium, kuda laut (Hippocampus) beserta isi lainnya merupakan bantuan dari Dinas
Perikanan Kota Denpasar dan Indonesia Power. Green Island Bali, ponton atau keramba wisata
yang diusahakan masih dalam tahap penyempurnaan. Lokasinya berada di Selat Lombok,
berdekatan dengan ponton atraksi lumba-lumba dan ponton atraksi ikan hiu. Ponton atau keramba
wisata boleh dikatakan sebagai dermaga tempat wisatawan bisa snorkeling atau diving untuk
menanam terumbu karang. Jenis terumbu karang yang ditanam di Green Island adalah sarkopiton,
nepthyan, lobopiton, dan sinularia. Selain itu, pengunjung bisa melepasliarkan kuda laut
(Hippocampus) sekaligus bisa melihat dan mengalami budidaya penyu di tengah laut. Pengunjung
juga bisa melihat berbagai jenis ikan mulai cardinal angel, brajanata, layaran, moris idol, butana,
sapi-sapi, sersan mayor, trigger liris, kepe-kepe atau butterfly fish, dampsal, dan ikan kembung.
Penyu hijau (Chelonia mydas) dari penangkaran I Wayan Raga juga bisa ditemui di sini. Dan
pengunjung pun bisa berada sedekat mungkin melihat hiu sirip hitam dan putih dari tempat yang
dibuat mirip sea walker dari ponton ini. Bagi pengunjung yang belum pernah diving atau snorkeling,
bisa mencobanya dengan melakukan semi diving. Telah disiapkan 6 tabung oksigen untuk 612
orang. Ada 6 orang nelayan, natural divers, yang tergabung dalam Kelompok Nelayan Pesisir Karya
Segara akan memandu para tamu melihat taman koral dan cara penanamannya di dalam ponton.
Seorang pemandu bisa memandu paling banyak 2 orang. Setelah itu, bagi yang ingin menanam dan
melihat dari dekat coral plantation yang sebenarnya bisa melanjutkan perjalanan dalam waktu 5
menit dari ponton. Meskipun belum dibuka secara resmi, kegiatan menanam terumbu karang dan
melepaskan tukik dan kuda laut hampir ada setiap hari dan bisa mencapai ratusan orang. (Arifin
Hutabarat) Ikuti twitter Kompas Travel di @KompasTravel Sumber : Editor : I Made Asdhiana Tweet

 
Headline Mr Turtle di Pantai Kuta...

MediaTitle Kompas(www.kompas.com)
Date 17 Jan 2013

No
  

Warga Mendesak Direlokasi
• Korban Tanah GerakAribaya
PAGENTAN Warga
Dusun Bawang Desa Aribaya,
Kecamatan Pagentan yang rumahnya rusak dan beberapa
sudah dirobohkan karena membahayakan, mendesak untuk
direlokasi. Untuk sementara mereka berada di rumah saudara,
telangga dan menempati pasardesa.
"Jumlah rumah yang rusak berat 27 unit, deiapan sedang dan
enam rusak ringan. Bantuan dari pemda sementara barn logistik,
ke depan memang dirancang untuk melakukan relokasi
rumah warga yang rusak," kata Karyawan Teguh H, Kades
Aribaya, kemarin.
Diakui relokasi rumah warga memang mendesak dilakukan,
meski demikian hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu
dekat. Sebab, mencari tanah yang stabil atau tidak ada pergerakan
di Dusun Bawang hampirdipastikan tidak ada.
"Kemungkinan relokasi nantinyadi daerah Gohong, adalahan
yang lebih kuat atau tidak bergerak," katanya.
Bantuan
Menyinggung bantuan untuk warga, sudah datang dari berbagai
pihak termasuk pemerintah. Terakhir bantuan juga datang
dari PT Indonesia Power UBP Mrica, Banjamegara. Bantuan
berupa beras, terpal dan papan triplek. Sebelumnya ada juga
bantuan dari Bhayangkari Polres Banjamegara berupa paket
sembako dan uang saku untuk anakanak.
"Bantuan bahan bangunan seperti triplek tersebut bisa
dimanfaatkan untuk permukiman sementara bagi yang ada di
pasar untuk sekatsekat,"
katanya.
General Manager (GM) PT Indonesia Power UBP Mrica,
Suparlan, mengatakan, bantuan bagi korban bencana diserahkan
baik untuk warga di Desa Aribaya maupun korban gempa
bumi di Kecamatan Batur.
"Untuk Desa Aribaya bantuan berupa 50 lembar triplek, 30
lembar terpal dan beras lima kuintal. Adapun untuk korban
gempa berupa 100 sak semen dan beras," katanya.
Ditambahkan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian
perusahaan dan seluruh pegawai terhadap korban bencana
alam di Banjamegara. Harapannya bantuan itu bisa meringankan
beban dan membantu warga di masasama
sulit akibat bencana.

Warga Mendesak Direlokasi

• Korban Tanah GerakAribaya

PAGENTAN Warga

Dusun Bawang Desa Aribaya,

Kecamatan Pagentan yang rumahnya rusak dan beberapa

sudah dirobohkan karena membahayakan, mendesak untuk

direlokasi. Untuk sementara mereka berada di rumah saudara,

telangga dan menempati pasardesa.

"Jumlah rumah yang rusak berat 27 unit, deiapan sedang dan

enam rusak ringan. Bantuan dari pemda sementara barn logistik,

ke depan memang dirancang untuk melakukan relokasi

rumah warga yang rusak," kata Karyawan Teguh H, Kades

Aribaya, kemarin.

Diakui relokasi rumah warga memang mendesak dilakukan,

meski demikian hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu

dekat. Sebab, mencari tanah yang stabil atau tidak ada pergerakan

di Dusun Bawang hampirdipastikan tidak ada.

"Kemungkinan relokasi nantinyadi daerah Gohong, adalahan

yang lebih kuat atau tidak bergerak," katanya.

Bantuan

Menyinggung bantuan untuk warga, sudah datang dari berbagai

pihak termasuk pemerintah. Terakhir bantuan juga datang

dari PT Indonesia Power UBP Mrica, Banjamegara. Bantuan

berupa beras, terpal dan papan triplek. Sebelumnya ada juga

bantuan dari Bhayangkari Polres Banjamegara berupa paket

sembako dan uang saku untuk anakanak.

"Bantuan bahan bangunan seperti triplek tersebut bisa

dimanfaatkan untuk permukiman sementara bagi yang ada di

pasar untuk sekatsekat,"

katanya.

General Manager (GM) PT Indonesia Power UBP Mrica,

Suparlan, mengatakan, bantuan bagi korban bencana diserahkan

baik untuk warga di Desa Aribaya maupun korban gempa

bumi di Kecamatan Batur.

"Untuk Desa Aribaya bantuan berupa 50 lembar triplek, 30

lembar terpal dan beras lima kuintal. Adapun untuk korban

gempa berupa 100 sak semen dan beras," katanya.

Ditambahkan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian

perusahaan dan seluruh pegawai terhadap korban bencana

alam di Banjamegara. Harapannya bantuan itu bisa meringankan

beban dan membantu warga di masasama

sulit akibat bencana.

Headline Warga Mendesak Direlokasi
MediaTitle Suara Merdeka
Date 04 May 2013

No
  

mencegah permasalahan itu,
kegiatan Pekan Lingkungan

Dengan konsep itu, pameran

tersebut dimotori sekelompok
anak muda yang fokus terhadap
pengelolaan sampah dari
kegiatankegiatan
besar lewat
program Zero Waste Event
Project.
Syaiful Rochman selaku
kordinator Zero Waste Event
Project pada PLI 2013 menjelaskan
dalam program itu
pihaknya memberikan edukasi

juga mengelola sampah kegiatan
dan menyalurkannya
ke sejumlah pihak, tapi tidak

"Kami menyalurkan sampah
dari sebuah kegiatan seperti
PLI ini hanya kepada pihak
yang siap memproses sampahsampah
ini melalui caracara
yang tidak bertentangan dengan
asas lingkungan hidup,"

Lingkungan Hidup Balthasar
Kambuaya, Kamis (30/5).
Kegiatan Zero Waste Event
Project mendapat dukungan
dari sejumlah pihak antara
lain perusahaan pembangkit
listrik PT Indonesia Power.

karena sampah merugikan
banyak pihak. Kami sendiri
merasakannya, salah satu
pembangkit listrik tenaga air

Teluk Jakarta juga berdampak
terhadap kerusakan mesin
pembangkitan kami di daerah
Priok," jelas Manager CSR
PT Indonesia Power, Salman
Noersiwan Bahtiar. (*/H3)

mencegah permasalahan itu,

kegiatan Pekan Lingkungan

Dengan konsep itu, pameran

tersebut dimotori sekelompok

anak muda yang fokus terhadap

pengelolaan sampah dari

kegiatankegiatan

besar lewat

program Zero Waste Event

Project.

Syaiful Rochman selaku

kordinator Zero Waste Event

Project pada PLI 2013 menjelaskan

dalam program itu

pihaknya memberikan edukasi

juga mengelola sampah kegiatan

dan menyalurkannya

ke sejumlah pihak, tapi tidak

"Kami menyalurkan sampah

dari sebuah kegiatan seperti

PLI ini hanya kepada pihak

yang siap memproses sampahsampah

ini melalui caracara

yang tidak bertentangan dengan

asas lingkungan hidup,"

Lingkungan Hidup Balthasar

Kambuaya, Kamis (30/5).

Kegiatan Zero Waste Event

Project mendapat dukungan

dari sejumlah pihak antara

lain perusahaan pembangkit

listrik PT Indonesia Power.

karena sampah merugikan

banyak pihak. Kami sendiri

merasakannya, salah satu

pembangkit listrik tenaga air

Teluk Jakarta juga berdampak

terhadap kerusakan mesin

pembangkitan kami di daerah

Priok," jelas Manager CSR

PT Indonesia Power, Salman

Noersiwan Bahtiar. (*/H3)

Headline Pekan Lingkungan Hindari Produksi Sampah
MediaTitle Media Indonesia
Date 01 Jun 2013

No
  
MM EJUARAAN btpak bote
Wtk Sngulinp Cup 2012 di
■ m L ip.»gdn Sepak Bola

na untuh meningMkan ekonomi
para pedagang kecil di seKitar
Cioray. "Ya, kami sangat
tambahan. Dengan demikian, kejuaraan ini tidak hanya mrtik pemain sepak
bola, juga sudah menjadi milik para pedagang kecil" katd Korpb
Pelatih Sepak Bola Bandung Barat (KPSBE) PbSI Bandung Barn ini
Saguling Cup yang pertama kali digelar pada 2001 dan menjadi ke.

Cipatat, Cipongkor, Cililin, Cihampelas, Cipeundeuy, dan Saguling.
Kejuaraan dilaksanakan karyawan"PT Indonesia Power. Balam dua
tahun terakhir, penyelenggaraan kejuaraan disarahkan kepada Kafdng

Penyelenggaraan tahun ini berjaian mulus, hampir tanpa gangguan
"Tim tampil dengan semangat fair play. Sebenarnya, kami sempat
mengkhawatirkan hujan. Namun, kekhawatiran kami tidak terbukt) Pep
tandingan beqalan lancar, hanya sempat dua kali targangBM tiujan Namun,
itu masih dalam tahap wajar," kata Maman
Kejuaraan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tfihun ini, kejuaraan
hanya dukuti 16 tim junior dan 16 tim senior Padahal, talxin

ada penyisihan grup. Tim peserta merupakan hasil venflkasi panitia
berdasarkan hasil kejuaraan tahuntahun
sebelumnya,* ujar Maman.
Pada kesempatan tersebut, Maman mengatakan, kejuaraan ini tkJak
akan berlangsurlg tanpa dukungan dan berb^ai plhak tamtams PT ■Indonesia
Power. "Sangat wajar bila masynrakat Ciorey danaafcrtamya,
bahkan masyarakat sepak bola Bandung Baial bertenma kasih IcepQda
PT Indonesia Power karena sudah menggelar kejuaraan tidak hentl
sejak 2001," tuturnya

menggelar kejuaraan untuk pembinaan sepak bola dan menlngkatkan
perekonomian warga. (MA)***

MM EJUARAAN btpak bote

Wtk Sngulinp Cup 2012 di
 

■ m L ip.»gdn Sepak Bo

na untuh meningMkan ekonomi

para pedagang kecil di seKita

Cioray. "Ya, kami sangat

 

tambahan. Dengan demikian, kejuaraan ini tidak hanya mrtik pemain sepak

bola, juga sudah menjadi milik para pedagang kecil" katd Korpb
Pelatih Sepak Bola Bandung Barat (KPSBE) PbSI Bandung Barn ini
Saguling Cup yang pertama kali digelar pada 2001 dan menjadi ke.

Cipatat, Cipongkor, Cililin, Cihampelas, Cipeundeuy, dan Saguling.
Kejuaraan dilaksanakan karyawan"PT Indonesia Power. Balam dua
tahun terakhir, penyelenggaraan kejuaraan disarahkan kepada Kafdng

Penyelenggaraan tahun ini berjaian mulus, hampir tanpa gangguan
"Tim tampil dengan semangat fair play. Sebenarnya, kami sempat
mengkhawatirkan hujan. Namun, kekhawatiran kami tidak terbukt) Pep
tandingan beqalan lancar, hanya sempat dua kali targangBM tiujan Namun,
itu masih dalam tahap wajar," kata Maman
Kejuaraan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Tfihun ini, kejuaraan
hanya dukuti 16 tim junior dan 16 tim senior Padahal, talxin

ada penyisihan grup. Tim peserta merupakan hasil venflkasi panitia
berdasarkan hasil kejuaraan tahuntahun
sebelumnya,* ujar Maman.
Pada kesempatan tersebut, Maman mengatakan, kejuaraan ini tkJak
akan berlangsurlg tanpa dukungan dan berb^ai plhak tamtams PT ■Indonesia
Power. "Sangat wajar bila masynrakat Ciorey danaafcrtamya,
bahkan masyarakat sepak bola Bandung Baial bertenma kasih IcepQda
PT Indonesia Power karena sudah menggelar kejuaraan tidak hentl
sejak 2001," tuturnya

menggelar kejuaraan untuk pembinaan sepak bola dan menlngkatkan

perekonomian warga. (MA)***

Headline Sepak Bola dan Ekonomi
MediaTitle Pikiran Rakyat

Date 09 Jan 2013

 

No
  

DARI kedua referensi ini, penulis menjadi lebih yakin lagi
bahwa temuan area dipuncak Gunung Lalakon adalah benarbenar
area Ganesha yang bentuknya mirip dengan area Ganesha
Bukit Tunggul Lembang yang saat ini tersimpan di Museum
Sri Baduga Bandung.
SEPASANG batu andesit
yang terlihat samarsamar
di balik rerimbunan semak
belukar di puncak Gunung
Lalakon itu menarik perhatian
Pak Bandono, salah seorang dari

Geologi li'b ini mengisyaratkan
adanya ketidakwajaran di kedua
batu tersebut. Rekanrekan
KRCB
lainnya, yaitu Budi B/ahmantyo,

batu tersebut

Tampilannya gagah, posisinya
berdiri kokoh, memanjang arah
utaraselatan.
Bagian depannya
yang relatif rata menghadap ke
timur. Di belakangnya, tumbuh
subur pohon hanjuang (Cordyline
fruticosa) yang mengindikasikan
kesakralan atau kekeramatan
tempat tersebut.
Setelah didiskusikan panjang
lebar, KRCB sepakat bahwa sepasang
batu andesit tersebut adalah
tinggalan arkeologi jenis menhir
tipe empat persegi (Lutfi Yondri,
1995: Kajian Deskriptif KuantiKerajaan
Sunda
Langkah penyelamatan
jaan Sunda pada periode abad 1116
Masehi ( Nanang Saptono,
2005). Bagaimanakah halnya
dengan menhir yang pada umumnya
merupakan tinggalan arkeologis
sebelum abad 11 Masehi atau

menhir tersebut, pengamatan
kemudian dilanjutkan ke
tumpukan batuan yang terletak
hanya 2 meteran di belakangnya.
Di sini terlihat sebongkah batuan
andesit besar yang tergeletak di
atas susunan beberapa bongkah
batuan bundar yang saling menempel.
Yang sangat mengagetkan
adalah terdapatnya batuan yang

dari depan memberikan kesan
seperti mata kiri yang agak sipit.
Walaupun muka bagian kanan
sudah rusak, kesan simetris
masih terlihat dengan hidung
yang melancip di bagian tengah.
Belalainya tidak kelihatan,
mungkin rusak atau desainnya
memang demikian. Lebih ke arah
bawah, perutnya terlihat buncit
dengan sikap duduk terlipat dan
kedua tapak kaki saling bertemu.
Patung tersebut yang duduk di
atas lapik yang permukaannya rata,
terkesan belum selesai dibuat
atau kemungkinan juga rusak akibat
digerogoti lumut dan jamur
yang tumbuh subur di seluruh
permukaannya.
Dengan adanya temuan patung
yang menyerupai Ganesha ini,
apalagi kalau nanti dapat dikonfirmasi
kebenarannya oleh para
ahli arkeologi, status Gunung
Lalakon bukan lagi eebagai Gunung
Piramida khayalan yang
pernah menjadi isu kontroversial
pada tahun 2011 (Sujatmiko, "PR"
30 Januari 2012: Kontroversi
Lalakon), melainkan akan menjadi
Situs Gunung Lalakon yang
kalau langkahlangkah
ke depan
sesuai dengan harapan KRCB,
manfaat berkelanjutannya insya

MENHIR dan area Ganesha yang terbuat dari batuan andesit di puncak Gunung Lalakon. Dengan adanya temuan patung yang menyerupai Ganesha
ini, maka status Gunung Lalakon bukan lagi sebagai Gunung Piramida khayalan yang pernah menjadi isu kontroversial pada tahun 2011.*
membaca beberapa referensi tentang
area Ganesha yang ditemukan
di sekitar Cekungan Bandung,
antara lain yang ditulis oleh
Endang Widyastuti, VariasiBentuk
Ganesha dan Perkembangan
Religi diJawa Bagian Barat
(2004) dan oleh Nanang Saptono,
(Masyarakat Masa Klasik di
Kawasan Lereng Gunungapi
Kuarter Zona Bandung, 2005).
Dari kedua referensi ini, penulis
menjadi lebih yakin lagi bahwa
temuan area di puncak Gunung
Lalakon adalah benarbenar
area
Ganesha yang bentuknya mirip

Gunung Lalakon ini menjadi sangat
menarik setelah penulis
okasi temuan menhir dan area

arkeologi yang sangat penting ini

Luthfi Hani. Kebetulan sekali
bahwa Indonesia Power Saguling
Semoga temuan awal KRCB ini

terealisasi. Amin. (Sujatmiko,
Sekjen Kelompok Riset Cekungan
Bandung dan anggota
Ikatan Ahli Geologi Indonesia)
memiliki instalasi antene pemancar
di Puncak Gunung Lalakon
dan lokasi temuan arkeologis
tersebut terletak di tepi timur dari
pagar instalasi.
Puji syukur kepada Tuhan Yang

Indonesia Power dapat menyelamatkan
objek temuan tersebut
mendapatkanjtanggapan positif.

dapat dilaksanakan oleh Pak T.ilik
dan Pak Dicky, petugas keamanan
Indonesia Power Saguling, yang
rumahnya beriokasi di tepi jalan
setapak menuju puncak Gunung

puncak Gunung
Lalakon.
Mengacu pada temuan area
Ganesha Bukit Tunggul yang
ditafsirkan sebagai area masa
klasik tipe Pajajaran yang mencirikan
pengaruh HinduBuddha
dengan campuran kepercayaan
asli, kalau benar, area Ganesha
Gunung Lalakon kiranya dapat

DARI kedua referensi ini, penulis menjadi lebih yakin lagi
bahwa temuan area dipuncak Gunung Lalakon adalah benarbenar
area Ganesha yang bentuknya mirip dengan area Ganesha
Bukit Tunggul Lembang yang saat ini tersimpan di Museum
Sri Baduga Bandung.
SEPASANG batu andesit
yang terlihat samarsamar
di balik rerimbunan semak
belukar di puncak Gunung
Lalakon itu menarik perhatian
Pak Bandono, salah seorang dari

Geologi li'b ini mengisyaratkan
adanya ketidakwajaran di kedua
batu tersebut. Rekanrekan
KRCB
lainnya, yaitu Budi B/ahmantyo,

batu tersebut

Tampilannya gagah, posisinya
berdiri kokoh, memanjang arah
utaraselatan.
Bagian depannya
yang relatif rata menghadap ke
timur. Di belakangnya, tumbuh
subur pohon hanjuang (Cordyline
fruticosa) yang mengindikasikan
kesakralan atau kekeramatan
tempat tersebut.
Setelah didiskusikan panjang
lebar, KRCB sepakat bahwa sepasang
batu andesit tersebut adalah
tinggalan arkeologi jenis menhir
tipe empat persegi (Lutfi Yondri,
1995: Kajian Deskriptif KuantiKerajaan
Sunda
Langkah penyelamatan
jaan Sunda pada periode abad 1116
Masehi ( Nanang Saptono,
2005). Bagaimanakah halnya
dengan menhir yang pada umumnya
merupakan tinggalan arkeologis
sebelum abad 11 Masehi atau

menhir tersebut, pengamatan
kemudian dilanjutkan ke
tumpukan batuan yang terletak
hanya 2 meteran di belakangnya.
Di sini terlihat sebongkah batuan
andesit besar yang tergeletak di
atas susunan beberapa bongkah
batuan bundar yang saling menempel.
Yang sangat mengagetkan
adalah terdapatnya batuan yang

dari depan memberikan kesan
seperti mata kiri yang agak sipit.
Walaupun muka bagian kanan
sudah rusak, kesan simetris
masih terlihat dengan hidung
yang melancip di bagian tengah.
Belalainya tidak kelihatan,
mungkin rusak atau desainnya
memang demikian. Lebih ke arah
bawah, perutnya terlihat buncit
dengan sikap duduk terlipat dan
kedua tapak kaki saling bertemu.
Patung tersebut yang duduk di
atas lapik yang permukaannya rata,
terkesan belum selesai dibuat
atau kemungkinan juga rusak akibat
digerogoti lumut dan jamur
yang tumbuh subur di seluruh
permukaannya.
Dengan adanya temuan patung
yang menyerupai Ganesha ini,
apalagi kalau nanti dapat dikonfirmasi
kebenarannya oleh para
ahli arkeologi, status Gunung
Lalakon bukan lagi eebagai Gunung
Piramida khayalan yang
pernah menjadi isu kontroversial
pada tahun 2011 (Sujatmiko, "PR"
30 Januari 2012: Kontroversi
Lalakon), melainkan akan menjadi
Situs Gunung Lalakon yang
kalau langkahlangkah
ke depan
sesuai dengan harapan KRCB,
manfaat berkelanjutannya insya

MENHIR dan area Ganesha yang terbuat dari batuan andesit di puncak Gunung Lalakon. Dengan adanya temuan patung yang menyerupai Ganesha
ini, maka status Gunung Lalakon bukan lagi sebagai Gunung Piramida khayalan yang pernah menjadi isu kontroversial pada tahun 2011.*
membaca beberapa referensi tentang
area Ganesha yang ditemukan
di sekitar Cekungan Bandung,
antara lain yang ditulis oleh
Endang Widyastuti, VariasiBentuk
Ganesha dan Perkembangan
Religi diJawa Bagian Barat
(2004) dan oleh Nanang Saptono,
(Masyarakat Masa Klasik di
Kawasan Lereng Gunungapi
Kuarter Zona Bandung, 2005).
Dari kedua referensi ini, penulis
menjadi lebih yakin lagi bahwa
temuan area di puncak Gunung
Lalakon adalah benarbenar
area
Ganesha yang bentuknya mirip

Gunung Lalakon ini menjadi sangat
menarik setelah penulis
okasi temuan menhir dan area

arkeologi yang sangat penting ini

Luthfi Hani. Kebetulan sekali
bahwa Indonesia Power Saguling
Semoga temuan awal KRCB ini

terealisasi. Amin. (Sujatmiko,
Sekjen Kelompok Riset Cekungan
Bandung dan anggota
Ikatan Ahli Geologi Indonesia)
memiliki instalasi antene pemancar
di Puncak Gunung Lalakon
dan lokasi temuan arkeologis
tersebut terletak di tepi timur dari
pagar instalasi.
Puji syukur kepada Tuhan Yang

Indonesia Power dapat menyelamatkan
objek temuan tersebut
mendapatkanjtanggapan positif.

dapat dilaksanakan oleh Pak T.ilik
dan Pak Dicky, petugas keamanan
Indonesia Power Saguling, yang
rumahnya beriokasi di tepi jalan
setapak menuju puncak Gunung

puncak Gunung
Lalakon.
Mengacu pada temuan area
Ganesha Bukit Tunggul yang
ditafsirkan sebagai area masa
klasik tipe Pajajaran yang mencirikan
pengaruh HinduBuddha
dengan campuran kepercayaan
asli, kalau benar, area Ganesha
Gunung Lalakon kiranya dapat

No
  

Jurnal Nasional | Selasa, 22 Jan 2013
Dionisius Bambang Arinto
MENYOAL harga listrik panas bumi, pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru, yakni sistem tarif (feed in tariff/FIT) listrik panas bumi yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari pengembang swasta ke PT PLN (Persero). Aturan FIT panas bumi ini dijelaskan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 tahun 2012.
Dalam beleid itu dinyatakan harga listrik panas bumi wilayah Jawa, Madura, dan Bali untuk tegangan tinggi sebesar 11 sen per kilowatt hour (kWh). Sementara untuk listrik tegangan menengah harganya mencapai 12,5 sen per kWh.
FIT ditetapkan pemerintah guna mendorong pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panas bumi. Dengan penetapan tarif ini tak perlu lagi dilakukan negosiasi antara pengembang dengan PLN. Tujuannya agar hambatan dalam pengembangan panas bumi terkait ketidakpastian harga yang menyebabkan berlarutnya proses negosiasi, dapat dihilangkan.
Penetapan FIT mengikuti sejumlah pertimbangan, di antaranya ketersediaan sumber energi di wilayah bersangkutan, daya dukung lingkungan, serta faktor keekonomian. Aturan ini diterapkan bagi kontrak baru, perpanjangan, maupun penambahan kapasitas.
Direktur Utama PGE Slamet Riyadhy menjelaskan, harga listrik panas bumi saat ini ditentukan faktor geologi dan kondisi infrastruktur. Khusus PLTP Kamojang 5 pihaknya baru dapat kepastian tarif listrik jika pembangkitnya sudah jadi. "Prinsip kami, kerjakan saja dulu proyek ini. Urusan harga biar pemerintah yang atur. Kami yang penting kerja," ucapnya.
Kapasitas terpasang PLTP Kamojang saat ini sebesar 200 MW terdiri dari empat unit pembangkit yaitu PLTP Unit 1 berproduksi 30 MW. Untuk unit 2 dan 3 kapasitas masing-masing 55 MW, dimiliki dan dioperasikan PLN. Sedangkan Kamojang Unit 4 sebesar 60 MW dimiliki dan dioperasikan PGE.
Namun, target PGE untuk meningkatkan kapasitas terpasang pembangkitnya menjadi yang terbesar di Indonesia sulit terwujud kalau belum ada penyesuaian tarif listrik bagi PLTP eksisting (sudah beroperasi). Pasalnya, selama ini PLN membeli listrik PGE rata-rata US$6 sen per kWh. Sedangkan tarif listrik untuk PLTP Lahendong sekitar US$2 - 4 sen per kWh. Negosiasi PGE dengan PLN untuk tarif listrik PLTP Kamojang 2 dan 3 serta PLTP Lahendong di Sulawesi Utara belum usai. Catatan saja, PLTP Kamojang 1, 2, dan 3 kontraknya berakhir pada Juli, September, dan Desember 2012.
Terkait permintaan PGE agar dilakukan penyesuaian tarif listrik PLTP eksisting, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM, Djadjang Sukarna menyatakan, saat ini belum selesai pembicaraan antara PGE dan PLN. Ia mewanti-wanti agar PGE tak sampai bertindak menghentikan pasokan uap maupun listriknya karena harga belum disesuaikan.
"Ya jangan begitu, masa mengurus negara (sampai mogok produksi) begitu? Apalagi ini kan BUMN. Nanti Kementerian ESDM yang memutuskan dengan keluarkan surat penugasan. Tapi karena PGE dan PLN adalah BUMN, selesaikan secara bersaudara di Kementerian BUMN," ujar Djadjang.
Harga listrik dari pembangkit eksisting dimungkinkan untuk dilakukan negosiasi penyesuaian harga sesuai Permen ESDM 2/2012. "Diberikan peluang untuk suatu negosiasi khusus yang sudah eksisting. Karena banyak perusahaan panas bumi yang sudah berjalan tapi harganya terlalu murah sehingga perlu melakukan perubahan harga," ungkap dia.
Perlu diketahui, sebanyak 200 MW yang dipasok dari PLTP Kamojang 1, 2, 3, dan 4 sekitar 140 MW di antaranya berupa uap yang dipasok ke Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN) dan 60 MW berupa listrik yang langsung dipasok kepada PLN. PLTP Kamojang, yang produksinya sebagian besar uap, menjadi pendukung sistem transmisi (inter koneksi) Jawa-Bali yang mengembangkan sekaligus memproduksi panas bumi berupa uap dan energi listrik. Uap disalurkan melalui pipa oleh PGE Kamojang yang dipasok sebagai pemutar turbin PLTP milik PT Indonesia Power. Dini Hariyanti

Jurnal Nasional | Selasa, 22 Jan 2013
Dionisius Bambang Arinto

MENYOAL harga listrik panas bumi, pemerintah telah mengeluarkan peraturan baru, yakni sistem tarif (feed in tariff/FIT) listrik panas bumi yang ditetapkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dari pengembang swasta ke PT PLN (Persero). Aturan FIT panas bumi ini dijelaskan dalam Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 2 tahun 2012.
Dalam beleid itu dinyatakan harga listrik panas bumi wilayah Jawa, Madura, dan Bali untuk tegangan tinggi sebesar 11 sen per kilowatt hour (kWh). Sementara untuk listrik tegangan menengah harganya mencapai 12,5 sen per kWh.
FIT ditetapkan pemerintah guna mendorong pemanfaatan energi terbarukan, termasuk panas bumi. Dengan penetapan tarif ini tak perlu lagi dilakukan negosiasi antara pengembang dengan PLN. Tujuannya agar hambatan dalam pengembangan panas bumi terkait ketidakpastian harga yang menyebabkan berlarutnya proses negosiasi, dapat dihilangkan.
Penetapan FIT mengikuti sejumlah pertimbangan, di antaranya ketersediaan sumber energi di wilayah bersangkutan, daya dukung lingkungan, serta faktor keekonomian. Aturan ini diterapkan bagi kontrak baru, perpanjangan, maupun penambahan kapasitas.
Direktur Utama PGE Slamet Riyadhy menjelaskan, harga listrik panas bumi saat ini ditentukan faktor geologi dan kondisi infrastruktur. Khusus PLTP Kamojang 5 pihaknya baru dapat kepastian tarif listrik jika pembangkitnya sudah jadi. "Prinsip kami, kerjakan saja dulu proyek ini. Urusan harga biar pemerintah yang atur. Kami yang penting kerja," ucapnya.
Kapasitas terpasang PLTP Kamojang saat ini sebesar 200 MW terdiri dari empat unit pembangkit yaitu PLTP Unit 1 berproduksi 30 MW. Untuk unit 2 dan 3 kapasitas masing-masing 55 MW, dimiliki dan dioperasikan PLN. Sedangkan Kamojang Unit 4 sebesar 60 MW dimiliki dan dioperasikan PGE.
Namun, target PGE untuk meningkatkan kapasitas terpasang pembangkitnya menjadi yang terbesar di Indonesia sulit terwujud kalau belum ada penyesuaian tarif listrik bagi PLTP eksisting (sudah beroperasi). Pasalnya, selama ini PLN membeli listrik PGE rata-rata US$6 sen per kWh. Sedangkan tarif listrik untuk PLTP Lahendong sekitar US$2 - 4 sen per kWh. Negosiasi PGE dengan PLN untuk tarif listrik PLTP Kamojang 2 dan 3 serta PLTP Lahendong di Sulawesi Utara belum usai. Catatan saja, PLTP Kamojang 1, 2, dan 3 kontraknya berakhir pada Juli, September, dan Desember 2012.
Terkait permintaan PGE agar dilakukan penyesuaian tarif listrik PLTP eksisting, Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan Kementerian ESDM, Djadjang Sukarna menyatakan, saat ini belum selesai pembicaraan antara PGE dan PLN. Ia mewanti-wanti agar PGE tak sampai bertindak menghentikan pasokan uap maupun listriknya karena harga belum disesuaikan.
"Ya jangan begitu, masa mengurus negara (sampai mogok produksi) begitu? Apalagi ini kan BUMN. Nanti Kementerian ESDM yang memutuskan dengan keluarkan surat penugasan. Tapi karena PGE dan PLN adalah BUMN, selesaikan secara bersaudara di Kementerian BUMN," ujar Djadjang.
Harga listrik dari pembangkit eksisting dimungkinkan untuk dilakukan negosiasi penyesuaian harga sesuai Permen ESDM 2/2012. "Diberikan peluang untuk suatu negosiasi khusus yang sudah eksisting. Karena banyak perusahaan panas bumi yang sudah berjalan tapi harganya terlalu murah sehingga perlu melakukan perubahan harga," ungkap dia.
Perlu diketahui, sebanyak 200 MW yang dipasok dari PLTP Kamojang 1, 2, 3, dan 4 sekitar 140 MW di antaranya berupa uap yang dipasok ke Indonesia Power (anak perusahaan PT PLN) dan 60 MW berupa listrik yang langsung dipasok kepada PLN. PLTP Kamojang, yang produksinya sebagian besar uap, menjadi pendukung sistem transmisi (inter koneksi) Jawa-Bali yang mengembangkan sekaligus memproduksi panas bumi berupa uap dan energi listrik. Uap disalurkan melalui pipa oleh PGE Kamojang yang dipasok sebagai pemutar turbin PLTP milik PT Indonesia Power. Dini Hariyanti

 

 

Headline Proyek PGE Tersendat Tarif
MediaTitle Jurnal Nasional
Date 22 Jan 2013

No
  

Air Baku dan Sumber Energi yang Berkelanjutan" bersama
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kepala BPLHD Jabar,

Air Baku dan Sumber Energi yang Berkelanjutan" bersama
Kepala Bappeda Provinsi Jawa Barat, Kepala BPLHD Jabar,

Headline diskusi
MediaTitle Pikiran Rakyat
Date 26 Jan 2013

No
  

Dari jalan raya terusan CipatikSoreang,
Gunung Lalakon terlihat
seperti gundukan pepohonan kehijauan.
Namun begitu masuk lebih dekat,
terlihat sebagian lerengnya dipakai warga
untuk berkebun.
Nama Lalakon di daerah Soreang,
Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sempat
mencuat pada 2011. Kelompok Turangga
Seta dan tim staf ahli Presiden menyebut
Lalakon dan Gunung Sadahurip di Garut,
berisi piramida.
Bagian puncak Lalakon—dekat dengan
menara pengirim data milik PT Indonesia
Power—sempat dikeduk kelompok
tersebut guna membuktikan dugaan
adanya piramida. Setelah diprotes keras
oleh kelompok lingkungan dan didatangi
beramairamai
oleh warga di kaki gunung,
penggalian dihentikan. Sampai sekarang,
belum ada kepastian dugaan gunung
piramida itu.
Menurut Sekretaris Kelompok Riset
Cekungan Bandung, Sujatmiko, temuan
artefak menhir dan dugaan area Ganesha
pada akhir 2012 lalu itu tidak terkait
dengan isu piramida. "Sejak awal kami
sudah membantah itu bukan gunung
berisi piramida." ujarnya. Alasan anggota
Ikatan Ahli Geologi Indonesia ini, batuan
di sekujur gunung itu merupakan batuan
beku dari lava, bukan disusun oleh
manusia.

masa lampau yang tidak canggihcanggih
amat, hingga sanggup membangun
piramida setinggi hampir 1.000 meter
lebih dari permukaan laut. "Sudahlah,
kita jangan terbius oleh kisah Atlantis di
Indonesia," katanya.
KRCB, menurut Sujatmiko, telah
meminta PT Indonesia Power menjaga

jangan dibawa ke museum seperti yang
sudahsudah.
Selama ini, perusahaan pemasok

data di puncak Lalakon. "Kami naikturun
gunung setiap hari tiap pagi dan sore,"
kata Dicky, salah seorang penjaga.
• ANWAR SISWADI

 

 

 

 

 

 

Dari jalan raya terusan CipatikSoreang,

 

 

 

 

 

 

Gunung Lalakon terlihat

 

 

 

 

 

 

seperti gundukan pepohonan kehijauan.

 

 

 

 

 

 

Namun begitu masuk lebih dekat,

 

 

 

 

 

 

terlihat sebagian lerengnya dipakai warga

 

 

 

 

 

 

untuk berkebun.

 

 

 

 

 

 

Nama Lalakon di daerah Soreang,

 

 

 

 

 

 

Kabupaten Bandung, Jawa Barat, sempat

 

 

 

 

 

 

mencuat pada 2011. Kelompok Turangga

 

 

 

 

 

 

Seta dan tim staf ahli Presiden menyebut

 

 

 

 

 

 

Lalakon dan Gunung Sadahurip di Garut,

 

 

 

 

 

 

berisi piramida.

 

 

 

 

 

 

Bagian puncak Lalakon—dekat dengan

 

 

 

 

 

 

menara pengirim data milik PT Indonesia

 

 

 

 

 

 

Power—sempat dikeduk kelompok

 

 

 

 

 

 

tersebut guna membuktikan dugaan

 

 

 

 

 

 

adanya piramida. Setelah diprotes keras

 

 

 

 

 

 

oleh kelompok lingkungan dan didatangi

 

 

 

 

 

 

beramairamai

 

 

 

 

 

 

oleh warga di kaki gunung,

 

 

 

 

 

 

penggalian dihentikan. Sampai sekarang,

 

 

 

 

 

 

belum ada kepastian dugaan gunung

 

 

 

 

 

 

piramida itu.

 

 

 

 

 

 

Menurut Sekretaris Kelompok Riset

 

 

 

 

 

 

Cekungan Bandung, Sujatmiko, temuan

 

 

 

 

 

 

artefak menhir dan dugaan area Ganesha

 

 

 

 

 

 

pada akhir 2012 lalu itu tidak terkait

 

 

 

 

 

 

dengan isu piramida. "Sejak awal kami

 

 

 

 

 

 

sudah membantah itu bukan gunung

 

 

 

 

 

 

berisi piramida." ujarnya. Alasan anggota

 

 

 

 

 

 

Ikatan Ahli Geologi Indonesia ini, batuan

 

 

 

 

 

 

di sekujur gunung itu merupakan batuan

 

 

 

 

 

 

beku dari lava, bukan disusun oleh

 

 

 

 

 

 

manusia.

masa lampau yang tidak canggihcanggih

amat, hingga sanggup membangun

piramida setinggi hampir 1.000 meter

lebih dari permukaan laut. "Sudahlah,

kita jangan terbius oleh kisah Atlantis di

Indonesia," katanya.

KRCB, menurut Sujatmiko, telah

meminta PT Indonesia Power menjaga

jangan dibawa ke museum seperti yang

sudahsudah.

Selama ini, perusahaan pemasok

data di puncak Lalakon. "Kami naikturun

gunung setiap hari tiap pagi dan sore,"

kata Dicky, salah seorang penjaga.

• ANWAR SISWADI

Headline Tak Terkait Isu Piramida
MediaTitle Koran Tempo
Date 18 Jan 2013

No
  

JAKARTA PT
Pertamina
Gas (Pertagas) mematok target
keuntungan (laba bersih) tahun
ini tidak akan jauh berbeda dengan
tahun lalu, yaitu sekitar Rp
1 triliun. Sepanjang tahun lalu

mengejar agar secara nominal
laba lebih besar dari perolehan
tahun 2012," kata Direktur Utama
Pertagas Gunung Sardjono Hadi,
di Jakarta, Minggu (27/1).
Dia menjelaskan, penetapan

beberapa pertimbangan. Salah
satunya adalah perkiraan menurunnya
bisnis transportasi gas.

Perta Santan Gas, PT Perta Daya

fasilitas penerimaan LNG Arun
di Aceh ke Belawan, Medan.

tersebut "Porsi paling banyak

ujar Gunung.

Tahun ini Pertagas akan
mengucurkan dana sekitar 75%
dari kebutuhan total investasi.
Sementara untuk pipa Transjawa,
Pertagas masih mencari
pembelinya (offtaker).
Laba Pertagas terus naik setiap
tahunnya. Pada 2010, anak
usaha PT Pertamina (Persero)

menyentuh angka Rp 1 triliun
pada tahun lalu. Perolehan laba

ada," jelas Gunung.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA PT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pertamina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gas (Pertagas) mematok target

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

keuntungan (laba bersih) tahun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ini tidak akan jauh berbeda dengan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tahun lalu, yaitu sekitar Rp

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 triliun. Sepanjang tahun lalu

mengejar agar secara nominal

laba lebih besar dari perolehan

tahun 2012," kata Direktur Utama

Pertagas Gunung Sardjono Hadi,

di Jakarta, Minggu (27/1).

Dia menjelaskan, penetapan

beberapa pertimbangan. Salah

satunya adalah perkiraan menurunnya

bisnis transportasi gas.

Perta Santan Gas, PT Perta Daya

fasilitas penerimaan LNG Arun

di Aceh ke Belawan, Medan.

tersebut "Porsi paling banyak

ujar Gunung.

Tahun ini Pertagas akan

mengucurkan dana sekitar 75%

dari kebutuhan total investasi.

Sementara untuk pipa Transjawa,

Pertagas masih mencari

pembelinya (offtaker).

Laba Pertagas terus naik setiap

tahunnya. Pada 2010, anak

usaha PT Pertamina (Persero)

menyentuh angka Rp 1 triliun

pada tahun lalu. Perolehan laba

ada," jelas Gunung.

Headline 2013, Pertagas Targetkan Laba Rp 1 Triliun
MediaTitle Investor Daily Indonesia
Date 28 Jan 2013

No
  

PT Surveyor Indonesia menargetkan
keija sama dengan lima
badan usaha milik negara
(BUMN) ataupun instansi
swasta di Bali dalam penerapan
sistem manajemen keamanan
dan keselamatan keija (SMK3).
"Sampai saat ini belum ada
BUMN atau instansi lainnya
yang melakukan kerja sama
dengan kami dalam penerapan
SMK3 untuk di wilayah Bali.
Oleh karena itu kami target
pada tahun ini minimal lima

Dia mengaku, baru satu perusahaan
yang mengarah keija
sama di bidang keselamatan
keija itu yakni Indonesia Power.
Perusahaan milik negara ini
sangat berkepentingan, mengingat
proses produksi yang mengandung
risiko' cukup besar.
"Kami menargetkan melakukan
keija sama dengan BUMN
di bidang perhotelan, jasa, tentunya
Indonesia Power termasuk
PLN Distribusi Bali," jelasnya.
Akan tetapi, lanjut Baron,
tidak menutup kemungkinan
untuk menyasar perusahaan
swasta di bidang ekspor dan
impor yang jumlahnya cukup
banyak di wilayah Bali.
Manfaat yang diterima oleh
perusahaan jika bekeija sama
dalam bidang tersebut adalah
mendapatkan standar pelayanan
terbaik dan terintergrasi,
sehingga sistem monitoring
dalam pekeijaan meningkat.
"Kami akan mengatur SMK3
perusahaan sehingga proses

keamanan dan keselamatan
keija," ucapnya.
Pihaknya menilai kesadaran
perusahaan untuk menerapkan
SMK3 di Indonesia masih
rendah.

membudayakan K3 pada 2015.
Surveyor Indonesia mendukung
hal tersebut sehingga
secara optimal membantu pemerintah
guna mewujudkan
target tersebut sesuai Undang
Undang Nomor 5 0 Tahun 2012
tentang SMK3.
"Kami secara aktif terus
membantu membudidayakan
K3 kepada seluruh level manajemen
di perusahan karena
budaya tersebut ada kaitannya
dengan produktivitas kerja,"
ungkapnya.
Saat ini pihaknya aktif mensosialisasikan
undangundang
tersebut, termasuk sanksi bagi
perusahaan yang melanggar.
"Sanksi yang paling buruk
diberikan kepada perusahaan
yang bandel adalah penghentian
operasionalnya," ujar

PT Surveyor Indonesia menargetkan
keija sama dengan lima
badan usaha milik negara
(BUMN) ataupun instansi
swasta di Bali dalam penerapan
sistem manajemen keamanan
dan keselamatan keija (SMK3).
"Sampai saat ini belum ada
BUMN atau instansi lainnya
yang melakukan kerja sama
dengan kami dalam penerapan
SMK3 untuk di wilayah Bali.
Oleh karena itu kami target
pada tahun ini minimal lima

Dia mengaku, baru satu perusahaan
yang mengarah keija
sama di bidang keselamatan
keija itu yakni Indonesia Power.
Perusahaan milik negara ini
sangat berkepentingan, mengingat
proses produksi yang mengandung
risiko' cukup besar.
"Kami menargetkan melakukan
keija sama dengan BUMN
di bidang perhotelan, jasa, tentunya
Indonesia Power termasuk
PLN Distribusi Bali," jelasnya.
Akan tetapi, lanjut Baron,
tidak menutup kemungkinan
untuk menyasar perusahaan
swasta di bidang ekspor dan
impor yang jumlahnya cukup
banyak di wilayah Bali.
Manfaat yang diterima oleh
perusahaan jika bekeija sama
dalam bidang tersebut adalah
mendapatkan standar pelayanan
terbaik dan terintergrasi,
sehingga sistem monitoring
dalam pekeijaan meningkat.
"Kami akan mengatur SMK3
perusahaan sehingga proses

keamanan dan keselamatan
keija," ucapnya.
Pihaknya menilai kesadaran
perusahaan untuk menerapkan
SMK3 di Indonesia masih
rendah.

membudayakan K3 pada 2015.
Surveyor Indonesia mendukung
hal tersebut sehingga
secara optimal membantu pemerintah
guna mewujudkan
target tersebut sesuai Undang
Undang Nomor 5 0 Tahun 2012
tentang SMK3.
"Kami secara aktif terus
membantu membudidayakan
K3 kepada seluruh level manajemen
di perusahan karena
budaya tersebut ada kaitannya
dengan produktivitas kerja,"
ungkapnya.
Saat ini pihaknya aktif mensosialisasikan
undangundang
tersebut, termasuk sanksi bagi
perusahaan yang melanggar.
"Sanksi yang paling buruk
diberikan kepada perusahaan
yang bandel adalah penghentian
operasionalnya," ujar

Headline Surveyor Indonesia Mau Gandeng Lima BUMN
MediaTitle Rakyat Merdeka
Date 24 Jan 2013

No
  

Jakarta I Jurnal Nasional
PT Pertamina Gas (Pertagas)
berhasil meraih laba bersih
pada 2012 sebesar US$120,7
juta atau sekltar Rpl,16 triliun
(Unaudited). Jumlah ini lebih
tinggi dibandingkan realisasi
laba tahun sebelumnya sebesar
Rp808 triliun. Bahkan realiasi
net profit (laba bersih) Pertagas

US$114,9 juta atau sekitar
Rpl,10 triliun.
"AlhamdulUlah, Pertagas
sampai dassmy 2012 net profit
kami di atas target sekitar lima
persen, jadinya 105 persen
(pencapaiannya). Dalam RKAP
itu US$114,9 juta tetapi yang
tercapai US$120,7 juta," kata

RKAP 2012 sebesar Rp3,8 triliun
atau sekitar US$397,4' juta.
"Pendapatan ini merupakan
angka psikologis," kata Gunung.
Dia mengaku senang dengan
pencapaian perusahaan yang
pertama kali membukukan laba
bersih di atas Rpl triliun. Kondisi
ini menunjukkan peningkatan
bisnis Pertagas secara
drastis. "Selama tiga tahun terjadi
kenaikan signifikan," kata
Gunung. Pasalnya, pada 2010

Berlanjut ke 2011, Pertagas
berhasil meraup laba bersih
Rp808 miliar, atau Rpl81 miliar
lebih tinggi dari RKAP 2011
yang hanya ditetapkan Rp627
miliar. Kemudian pada 2012

yakni pada 2016', Pertagas
berharap bisa membukukan
laba Rp4 triliun dengan EBITDA
Rp7,l triliun.
Sedangkan untuk tahun ini
diharapkan bisa membukukan
laba bersih lebih besar lagi
kendati tak mudah dicapai.

gas 2013 akan menurun Sebab,
banyak kegiatan bisnis Pertagas
yang bakal menyerap dana besar.
"Kami banyak proyek yang
menyerap operating expend.
Proyek ini kan cosfnya
banyak.
Kami masih terus investasi,
belum masa panen. Jadi kami
harus bisa lakukan portofolio
investment secara optimal: Untuk
itu ya kami harus spend uang
ctperasionaV kata Gunung.
Saat ini Pertagas memiliki

Niaga dan PetraSamtan
Gas
sudah mulai membuahkan

Power Itu untuk menjalankan
bisnis tamportasi LNG di
Indonesia bagian timur, berupa
mihi LNG. Sebab di 2013 kami
bermaksud untuk kirim gas ke
■Pesanggrahan, Bali," kata Dirut
Pertagas tersebut.
Gunung sadar kini tak bisa

terus mengalami penurunan Ini

Pertamina Gas berkiprah di
bidang pendistribusian gas,
minyak, serta pemrosesan gas.

Selain Itu, Pertagas juga mengupayakan
percepatan proyek terkait
infrastruktur yang sudah
ada (existing). Perseroan juga
ingin meniiigkatkan kiprahnya
dl sektor bisnis niaga gas,
■ Dini Hariyanti

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jakarta I Jurnal Nasional

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PT Pertamina Gas (Pertagas)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

berhasil meraih laba bersih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

pada 2012 sebesar US$120,7

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

juta atau sekltar Rpl,16 triliun

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

(Unaudited). Jumlah ini lebih

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

tinggi dibandingkan realisasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

laba tahun sebelumnya sebesar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rp808 triliun. Bahkan realiasi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

net profit (laba bersih) Pertagas

US$114,9 juta atau sekitar

Rpl,10 triliun.

"AlhamdulUlah, Pertagas

sampai dassmy 2012 net profit

kami di atas target sekitar lima

persen, jadinya 105 persen

(pencapaiannya). Dalam RKAP

itu US$114,9 juta tetapi yang

tercapai US$120,7 juta," kata

RKAP 2012 sebesar Rp3,8 triliun

atau sekitar US$397,4' juta.

"Pendapatan ini merupakan

angka psikologis," kata Gunung.

Dia mengaku senang dengan

pencapaian perusahaan yang

pertama kali membukukan laba

bersih di atas Rpl triliun. Kondisi

ini menunjukkan peningkatan

bisnis Pertagas secara

drastis. "Selama tiga tahun terjadi

kenaikan signifikan," kata

Gunung. Pasalnya, pada 2010

Berlanjut ke 2011, Pertagas

berhasil meraup laba bersih

Rp808 miliar, atau Rpl81 miliar

lebih tinggi dari RKAP 2011

yang hanya ditetapkan Rp627

miliar. Kemudian pada 2012

yakni pada 2016', Pertagas

berharap bisa membukukan

laba Rp4 triliun dengan EBITDA

Rp7,l triliun.

Sedangkan untuk tahun ini

diharapkan bisa membukukan

laba bersih lebih besar lagi

kendati tak mudah dicapai.

gas 2013 akan menurun Sebab,

banyak kegiatan bisnis Pertagas

yang bakal menyerap dana besar.

"Kami banyak proyek yang

menyerap operating expend.

Proyek ini kan cosfnya

banyak.

Kami masih terus investasi,

belum masa panen. Jadi kami

harus bisa lakukan portofolio

investment secara optimal: Untuk

itu ya kami harus spend uang

ctperasionaV kata Gunung.

Saat ini Pertagas memiliki

Niaga dan PetraSamtan

Gas

sudah mulai membuahkan

Power Itu untuk menjalankan

bisnis tamportasi LNG di

Indonesia bagian timur, berupa

mihi LNG. Sebab di 2013 kami

bermaksud untuk kirim gas ke

■Pesanggrahan, Bali," kata Dirut

Pertagas tersebut.

Gunung sadar kini tak bisa

terus mengalami penurunan Ini

Pertamina Gas berkiprah di

bidang pendistribusian gas,

minyak, serta pemrosesan gas.

Selain Itu, Pertagas juga mengupayakan

percepatan proyek terkait

infrastruktur yang sudah

ada (existing). Perseroan juga

ingin meniiigkatkan kiprahnya

dl sektor bisnis niaga gas,

■ Dini Hariyanti

Headline Pertagas Catat Laba Bersih Rpl,16 Triliun
MediaTitle Jurnal Nasional

Date 28 Jan 2013

 

No
  

meningkatkan kualitas tulisan
j ajaran humas dan kontributor
media intern Indonesia Power.

enak dibaca dan dibutuhkan
masyarakat," jelas Elza.
mann.

SINDO.
Kehadiran jajaran redaksi
di IndonesiaPower merupakan
bentuk komitmen SINDO me
ningkatkan kualitas penulisan

sekitar. "Melaluirencanakerja
sama ini diharapakan program

•arif budianto

meningkatkan kualitas tulisan
j ajaran humas dan kontributor
media intern Indonesia Power.

enak dibaca dan dibutuhkan
masyarakat," jelas Elza.
mann.

SINDO.
Kehadiran jajaran redaksi
di IndonesiaPower merupakan
bentuk komitmen SINDO me
ningkatkan kualitas penulisan

sekitar. "Melaluirencanakerja
sama ini diharapakan program

•arif budianto
 

Headline Harian SINDO Latih SDM Indonesia Power
MediaTitle Koran Sindo
Date 02 Feb 2013

 

No
  

TIDAK bisa dimungkiri
ketergantungan manusia
kepada sumber energi
Bahan Bakar Minyak (BBM)
begitu tinggi. Padahal BBM
merupakan sumber energi
yang tidak dapat diperbarui
yang persediaanya makin
terbatas.
satunya diadakan di Kecamatan Lekok,
Pasuruan, Jawa Timur, yang berada di
wilayah operasional PT Indonesia Power
Perak & Grati. Menurut Akhmad Khayubi,
Senior Staff CSR PT Indonesia Rower Perak &
Grati, kegiatan menciptakan desa mandiri
energi biogas di daerah tersebut sekaligus
mengurangi pencemaran iingkungan,
memanfaatkan potensi alam yang selama
ini kurang dimanfaatkan secara ekonomis,
serta meningkatkan produktifitas masyarakat
setempat.
"Menurut penelitian kami, populasi sapi
perah di Kecamatan Lekok pada tahun 2007
saja sebanyak 3820 ekor dengan produksi
kotoran segar mencapai 16.731.600 ton,
protein gas bio 3.011.688,80 ton permeter
kubikpertahun, protein biogas 8.251.200ton
permeter kubik perhari" ujar Khayubi.
Selama ini iaerlimpahnya limbah ternak
sapi yang diproduksi setiap hari menimbulkan
masalah pencemaran Iingkungan karena
belum dimanfaatkan secara optimal. Seperti
pencemaran pada udara mengingat aroma
tak sedap yang ditebarkannya mengganggu
kesehatan. Khayubi menuturkan, motivasi
awal pihaknya merangkai tabung biogas
bertujuan untuk mengurangi pencemaran
Iingkungan yang diakibatkan kotoran sapi
tersebut
Namun, begitu melihat besarnya produksi
kotoran sapi yang dihasilkan ternak sapi
perhari dapat menghasilkan gas metan yang
dapat membantu kebutuhan sumber energi
masyarakat antara lain untuk memasak, maka
pihaknya tergugah untuk sekaligus membantu
dan meringankan beban ekonomi masyarakat
melalui pembuatan sumber energi biogas
yang diolah dari kotoran sapi.
Dengan memanfaatkan kotoran sapi
Jika tidak segera dicarikan sumber energi
lain untuk menggantikannya, bukan tidak

keberlangsungan hidupnya.
Di sisi lain penggunaan BBM menghasilkan
zat karbondiqksida yang menimbulkan efek
rumah kaca dan menyebabkan bocornya
lapisan ozon yang melindungi bumi dari sinar
ultraviolet. Indonesia sebagai negeri tropis
sesungguhnya mempunyai banyak potensi
sumber daya alam yang dapat digunakan
untuk diolah menjadi sumber energi baru
yang terbarukan (renewable) dan ramah
Iingkungan. Salah satunya adalah limbah
ternak sapi. Selain susu dan dagingnya,
manfaat lain yang bisa diambil dari ternak
sapi adalah kotoran yang dihasilkannya
untuk diolah menjadi energi biogas. Inilah
yang dilakukan PT Indonesia Power melalui
program Corporate Social Responsibility (CSR)
sebagai salah satu wujud upaya mencari solusi
untuk mengurangi tingkat ketergantungan
masyarakat terhadap sumber energi BBM.
Kegiatan yang diberi nama "Menciptakan
Desa Mandiri Energi Biogas" tersebut, salah
menjadi energi biogas, masyarakat Kecamatan
Lekok yang biasanya menggunakan kayu
bakar sebagai bahan bakar, dan gas elpiji
tabung bagi yang mampu, kini sesuai dengan
tujuan program tersebut, mereka menjadi
lebih mandiri dengan energi biogas. Hutan
pun jadi lebih terjaga karena tidak ditebangi
untuk dijadikan kayu bakar.
Kosim (35) salah seorang warga Desa
Branang yang menerima manfaat program
tersebut mengungkapkan, pembuatan
sumber energi biogas dari kotoran ternak sapi
Pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi sumber energi biogas di Desa Branang, Kecamatan
Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.
yang digerakkan oleh PTIndonesia Power UBP
Perak & Grati telah banyak mengubah kondisi
masyarakat.
"Program ini jadi sangat menghemat
pengeluaran kami. Biasanya kami
menggunakan gas elpiji seharga Rpl 5.000
yangkamigunakanuntukseminggu.Sejakada
program ini kami jadi lebih bisa menghemat
karena bisa mendapatkan sumber energi
biogas untuk segala kebutuhan seharihari
seperti memasak dan lainlain,"
kata Kosim.
Sampai saat ini di Desa Branang, salah
Pengabdian kepada masyarakat
satu desa yang berada di Kecamatan
Lekok, sudah mampu memproduksi 66
tabung gas untuk memenuhi kebutuhan
masyarakat. Menurut Khayubi pihaknya
akan terus menggelindingkan program ini

menghasilkan sumber energi.
"Program ini punya banyak manfaat,
selain mengurangi ketergantungan kepada
BBM, menjaga kelestarian Iingkungan, juga
memproduktifkan masyarakat," kata Khayubi.
Ke depan, pihaknya tidak hanya membantu
masyarakat dapat memenuhi kebutuhan
sumberenerginya sendirirtapijuga membantu
memasarkan produk energi biogas yang
dihasilkan masyarakat. "Tentu jika kebutuhan
sendiri sudah terpenuhi,"imbuh Khayubi.
Akhmad Khayubi menambahkan,
tujuan program CSR di daerah ini tentu
saja selain sebagai bentuk tanggung jawab
sosial perusahaan, juga merupakan upaya
untuk menjaga stabilitas dan sustainability
operasional perusahaan. "Dalam jangka
panjang perusahaan kami juga akanmendapat
feedback dari program ini/papar Khayubi.
Sebab program sosial juga makin
merekatkan jalinan perusahaan dengan
masyarakat. Sehingga tercipta sinergi yang
padagilirannya mengharmoniskan kehidupdn
kedua elemen yang saling membutuhkan.
Program CSR digulirkan PT Indonesia Power
sejak 2008 mencakup berbagai bidang sesuai
kebutuhan dan potensi yang dimiliki wilayah
dan masyarakat yang berada di sekitar
beroperasinya perusahaan.
aris kumiawan/info

 

 

 

 

TIDAK bisa dimungkiri

 

 

 

 

ketergantungan manusia

 

 

 

 

kepada sumber energi

 

 

 

 

Bahan Bakar Minyak (BBM)

 

 

 

 

begitu tinggi. Padahal BBM

 

 

 

 

merupakan sumber energi

 

 

 

 

yang tidak dapat diperbarui

 

 

 

 

yang persediaanya makin

 

 

 

 

terbatas.

 

 

 

 

satunya diadakan di Kecamatan Lekok,

 

 

 

 

Pasuruan, Jawa Timur, yang berada di

 

 

 

 

wilayah operasional PT Indonesia Power

 

 

 

 

Perak & Grati. Menurut Akhmad Khayubi,

 

 

 

 

Senior Staff CSR PT Indonesia Rower Perak &

 

 

 

 

Grati, kegiatan menciptakan desa mandiri

 

 

 

 

energi biogas di daerah tersebut sekaligus

 

 

 

 

mengurangi pencemaran iingkungan,

 

 

 

 

memanfaatkan potensi alam yang selama

 

 

 

 

ini kurang dimanfaatkan secara ekonomis,

 

 

 

 

serta meningkatkan produktifitas masyarakat

 

 

 

 

setempat.

 

 

 

 

"Menurut penelitian kami, populasi sapi

 

 

 

 

perah di Kecamatan Lekok pada tahun 2007

 

 

 

 

saja sebanyak 3820 ekor dengan produksi

 

 

 

 

kotoran segar mencapai 16.731.600 ton,

 

 

 

 

protein gas bio 3.011.688,80 ton permeter

 

 

 

 

kubikpertahun, protein biogas 8.251.200ton

 

 

 

 

permeter kubik perhari" ujar Khayubi.

 

 

 

 

Selama ini iaerlimpahnya limbah ternak

 

 

 

 

sapi yang diproduksi setiap hari menimbulkan

 

 

 

 

masalah pencemaran Iingkungan karena

 

 

 

 

belum dimanfaatkan secara optimal. Seperti

 

 

 

 

pencemaran pada udara mengingat aroma

 

 

 

 

tak sedap yang ditebarkannya mengganggu

 

 

 

 

kesehatan. Khayubi menuturkan, motivasi

 

 

 

 

awal pihaknya merangkai tabung biogas

 

 

 

 

bertujuan untuk mengurangi pencemaran

 

 

 

 

Iingkungan yang diakibatkan kotoran sapi

 

 

 

 

tersebut

 

 

 

 

Namun, begitu melihat besarnya produksi

 

 

 

 

kotoran sapi yang dihasilkan ternak sapi

 

 

 

 

perhari dapat menghasilkan gas metan yang

 

 

 

 

dapat membantu kebutuhan sumber energi

 

 

 

 

masyarakat antara lain untuk memasak, maka

 

 

 

 

pihaknya tergugah untuk sekaligus membantu

 

 

 

 

dan meringankan beban ekonomi masyarakat

 

 

 

 

melalui pembuatan sumber energi biogas

 

 

 

 

yang diolah dari kotoran sapi.

 

 

 

 

Dengan memanfaatkan kotoran sapi

 

 

 

 

Jika tidak segera dicarikan sumber energi

 

 

 

 

lain untuk menggantikannya, bukan tidak

keberlangsungan hidupnya.

Di sisi lain penggunaan BBM menghasilkan

zat karbondiqksida yang menimbulkan efek

rumah kaca dan menyebabkan bocornya

lapisan ozon yang melindungi bumi dari sinar

ultraviolet. Indonesia sebagai negeri tropis

sesungguhnya mempunyai banyak potensi

sumber daya alam yang dapat digunakan

untuk diolah menjadi sumber energi baru

yang terbarukan (renewable) dan ramah

Iingkungan. Salah satunya adalah limbah

ternak sapi. Selain susu dan dagingnya,

manfaat lain yang bisa diambil dari ternak

sapi adalah kotoran yang dihasilkannya

untuk diolah menjadi energi biogas. Inilah

yang dilakukan PT Indonesia Power melalui

program Corporate Social Responsibility (CSR)

sebagai salah satu wujud upaya mencari solusi

untuk mengurangi tingkat ketergantungan

masyarakat terhadap sumber energi BBM.

Kegiatan yang diberi nama "Menciptakan

Desa Mandiri Energi Biogas" tersebut, salah

menjadi energi biogas, masyarakat Kecamatan

Lekok yang biasanya menggunakan kayu

bakar sebagai bahan bakar, dan gas elpiji

tabung bagi yang mampu, kini sesuai dengan

tujuan program tersebut, mereka menjadi

lebih mandiri dengan energi biogas. Hutan

pun jadi lebih terjaga karena tidak ditebangi

untuk dijadikan kayu bakar.

Kosim (35) salah seorang warga Desa

Branang yang menerima manfaat program

tersebut mengungkapkan, pembuatan

sumber energi biogas dari kotoran ternak sapi

Pemanfaatan limbah ternak sapi menjadi sumber energi biogas di Desa Branang, Kecamatan

Lekok, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

yang digerakkan oleh PTIndonesia Power UBP

Perak & Grati telah banyak mengubah kondisi

masyarakat.

"Program ini jadi sangat menghemat

pengeluaran kami. Biasanya kami

menggunakan gas elpiji seharga Rpl 5.000

yangkamigunakanuntukseminggu.Sejakada

program ini kami jadi lebih bisa menghemat

karena bisa mendapatkan sumber energi

biogas untuk segala kebutuhan seharihari

seperti memasak dan lainlain,"

kata Kosim.

Sampai saat ini di Desa Branang, salah

Pengabdian kepada masyarakat

satu desa yang berada di Kecamatan

Lekok, sudah mampu memproduksi 66

tabung gas untuk memenuhi kebutuhan

masyarakat. Menurut Khayubi pihaknya

akan terus menggelindingkan program ini

menghasilkan sumber energi.

"Program ini punya banyak manfaat,

selain mengurangi ketergantungan kepada

BBM, menjaga kelestarian Iingkungan, juga

memproduktifkan masyarakat," kata Khayubi.

Ke depan, pihaknya tidak hanya membantu

masyarakat dapat memenuhi kebutuhan

sumberenerginya sendirirtapijuga membantu

memasarkan produk energi biogas yang

dihasilkan masyarakat. "Tentu jika kebutuhan

sendiri sudah terpenuhi,"imbuh Khayubi.

Akhmad Khayubi menambahkan,

tujuan program CSR di daerah ini tentu

saja selain sebagai bentuk tanggung jawab

sosial perusahaan, juga merupakan upaya

untuk menjaga stabilitas dan sustainability

operasional perusahaan. "Dalam jangka

panjang perusahaan kami juga akanmendapat

feedback dari program ini/papar Khayubi.

Sebab program sosial juga makin

merekatkan jalinan perusahaan dengan

masyarakat. Sehingga tercipta sinergi yang

padagilirannya mengharmoniskan kehidupdn

kedua elemen yang saling membutuhkan.

Program CSR digulirkan PT Indonesia Power

sejak 2008 mencakup berbagai bidang sesuai

kebutuhan dan potensi yang dimiliki wilayah

dan masyarakat yang berada di sekitar

beroperasinya perusahaan.

aris kumiawan/info

Headline Mendorong Terciptanya Desa Mandiri Energi Biogas
MediaTitle Koran Sindo
Date 09 Apr 2013

No
  

PAGENTAN Warga
Dusun Bawang Desa Aribaya,
Kecamatan Pagentan yang rumahnya rusak dan beberapa
sudah dirobohkan karena membahayakan, mendesak untuk
direlokasi. Untuk sementara mereka berada di rumah saudara,
telangga dan menempati pasardesa.
"Jumlah rumah yang rusak berat 27 unit, deiapan sedang dan
enam rusak ringan. Bantuan dari pemda sementara barn logistik,
ke depan memang dirancang untuk melakukan relokasi
rumah warga yang rusak," kata Karyawan Teguh H, Kades
Aribaya, kemarin.
Diakui relokasi rumah warga memang mendesak dilakukan,
meski demikian hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu
dekat. Sebab, mencari tanah yang stabil atau tidak ada pergerakan
di Dusun Bawang hampirdipastikan tidak ada.
"Kemungkinan relokasi nantinyadi daerah Gohong, adalahan
yang lebih kuat atau tidak bergerak," katanya.
Bantuan
Menyinggung bantuan untuk warga, sudah datang dari berbagai
pihak termasuk pemerintah. Terakhir bantuan juga datang
dari PT Indonesia Power UBP Mrica, Banjamegara. Bantuan
berupa beras, terpal dan papan triplek. Sebelumnya ada juga
bantuan dari Bhayangkari Polres Banjamegara berupa paket
sembako dan uang saku untuk anakanak.
"Bantuan bahan bangunan seperti triplek tersebut bisa
dimanfaatkan untuk permukiman sementara bagi yang ada di
pasar untuk sekatsekat,"
katanya.
General Manager (GM) PT Indonesia Power UBP Mrica,
Suparlan, mengatakan, bantuan bagi korban bencana diserahkan
baik untuk warga di Desa Aribaya maupun korban gempa
bumi di Kecamatan Batur.
"Untuk Desa Aribaya bantuan berupa 50 lembar triplek, 30
lembar terpal dan beras lima kuintal. Adapun untuk korban
gempa berupa 100 sak semen dan beras," katanya.
Ditambahkan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian
perusahaan dan seluruh pegawai terhadap korban bencana
alam di Banjamegara. Harapannya bantuan itu bisa meringankan
beban dan membantu warga di masasama
sulit akibat bencana.
(H2514)

PAGENTAN Warga

Dusun Bawang Desa Aribaya,

Kecamatan Pagentan yang rumahnya rusak dan beberapa

sudah dirobohkan karena membahayakan, mendesak untuk

direlokasi. Untuk sementara mereka berada di rumah saudara,

telangga dan menempati pasardesa.

"Jumlah rumah yang rusak berat 27 unit, deiapan sedang dan

enam rusak ringan. Bantuan dari pemda sementara barn logistik,

ke depan memang dirancang untuk melakukan relokasi

rumah warga yang rusak," kata Karyawan Teguh H, Kades

Aribaya, kemarin.

Diakui relokasi rumah warga memang mendesak dilakukan,

meski demikian hal tersebut tidak bisa dilakukan dalam waktu

dekat. Sebab, mencari tanah yang stabil atau tidak ada pergerakan

di Dusun Bawang hampirdipastikan tidak ada.

"Kemungkinan relokasi nantinyadi daerah Gohong, adalahan

yang lebih kuat atau tidak bergerak," katanya.

Bantuan

Menyinggung bantuan untuk warga, sudah datang dari berbagai

pihak termasuk pemerintah. Terakhir bantuan juga datang

dari PT Indonesia Power UBP Mrica, Banjamegara. Bantuan

berupa beras, terpal dan papan triplek. Sebelumnya ada juga

bantuan dari Bhayangkari Polres Banjamegara berupa paket

sembako dan uang saku untuk anakanak.

"Bantuan bahan bangunan seperti triplek tersebut bisa

dimanfaatkan untuk permukiman sementara bagi yang ada di

pasar untuk sekatsekat,"

katanya.

General Manager (GM) PT Indonesia Power UBP Mrica,

Suparlan, mengatakan, bantuan bagi korban bencana diserahkan

baik untuk warga di Desa Aribaya maupun korban gempa

bumi di Kecamatan Batur.

"Untuk Desa Aribaya bantuan berupa 50 lembar triplek, 30

lembar terpal dan beras lima kuintal. Adapun untuk korban

gempa berupa 100 sak semen dan beras," katanya.

Ditambahkan, bantuan tersebut sebagai bentuk kepedulian

perusahaan dan seluruh pegawai terhadap korban bencana

alam di Banjamegara. Harapannya bantuan itu bisa meringankan

beban dan membantu warga di masasama

sulit akibat bencana.

(H2514)

Headline Warga Mendesak Direlokasi
MediaTitle Suara Merdeka
Date 04 May 2013

No
  

mencegah permasalahan itu,
kegiatan Pekan Lingkungan

Dengan konsep itu, pameran

tersebut dimotori sekelompok
anak muda yang fokus terhadap
pengelolaan sampah dari
kegiatankegiatan
besar lewat
program Zero Waste Event
Project.
Syaiful Rochman selaku
kordinator Zero Waste Event
Project pada PLI 2013 menjelaskan
dalam program itu
pihaknya memberikan edukasi

juga mengelola sampah kegiatan
dan menyalurkannya
ke sejumlah pihak, tapi tidak

"Kami menyalurkan sampah
dari sebuah kegiatan seperti
PLI ini hanya kepada pihak
yang siap memproses sampahsampah
ini melalui caracara
yang tidak bertentangan dengan
asas lingkungan hidup,"

Lingkungan Hidup Balthasar
Kambuaya, Kamis (30/5).
Kegiatan Zero Waste Event
Project mendapat dukungan
dari sejumlah pihak antara
lain perusahaan pembangkit
listrik PT Indonesia Power.

karena sampah merugikan
banyak pihak. Kami sendiri
merasakannya, salah satu
pembangkit listrik tenaga air

Teluk Jakarta juga berdampak
terhadap kerusakan mesin
pembangkitan kami di daerah
Priok," jelas Manager CSR
PT Indonesia Power, Salman
Noersiwan Bahtiar. (*/H3)

mencegah permasalahan itu,

kegiatan Pekan Lingkungan

Dengan konsep itu, pameran

tersebut dimotori sekelompok

anak muda yang fokus terhadap

pengelolaan sampah dari

kegiatankegiatan

besar lewat

program Zero Waste Event

Project.

Syaiful Rochman selaku

kordinator Zero Waste Event

Project pada PLI 2013 menjelaskan

dalam program itu

pihaknya memberikan edukasi

juga mengelola sampah kegiatan

dan menyalurkannya

ke sejumlah pihak, tapi tidak

"Kami menyalurkan sampah

dari sebuah kegiatan seperti

PLI ini hanya kepada pihak

yang siap memproses sampahsampah

ini melalui caracara

yang tidak bertentangan dengan

asas lingkungan hidup,"

Lingkungan Hidup Balthasar

Kambuaya, Kamis (30/5).

Kegiatan Zero Waste Event

Project mendapat dukungan

dari sejumlah pihak antara

lain perusahaan pembangkit

listrik PT Indonesia Power.

karena sampah merugikan

banyak pihak. Kami sendiri

merasakannya, salah satu

pembangkit listrik tenaga air

Teluk Jakarta juga berdampak

terhadap kerusakan mesin

pembangkitan kami di daerah

Priok," jelas Manager CSR

PT Indonesia Power, Salman

Noersiwan Bahtiar. (*/H3)

Headline Pekan Lingkungan Hindari Produksi Sampah
MediaTitle Media Indonesia
Date 01 Jun 2013

No
  

mendekatkan perusahaan kepada lingjcungan,
tapijugamenyejahterakan masyarakat.
Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf A1
Jufri mengimbau perusahaan imtuk tidak
sekadarmengejarkeuntungan, tapijugaikut
berkontribusi dalam menyejahterakan dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat
sekitar serta ikut aktif raenjaga lingkungan.
Ini dapat dilakukan melalui program CSR
oleh setiap perusahaan. Dia mengharapkan
pelaksanaan CSR dapat terus ditingkatkan
sehingga upaya menuju masyarakat yang
lebih sejahtera akan cepat terwujud.
"CSR merupakan bentuk kepedulian perusahaan
terhadap komunitas dansekitamya.
Ini penting mengingat perusahaan itu keberadaannya
di tengah masyarakat dan faktanya
masyarakat juga lebih menyukai perusahaan
yangaktifberkomunikasidengansekitarnya,B
ucapMensos dalam sambutanyangdibacakan
Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Toto
Utomo Budi Santosa pada acara malam
apresiasiCSRAwrard20I3yangdigelarKORAAr
SIWDOdiJakartatadimalam.
Menurut Mensos, UndangUndang
Nomor11/2009tentangKesejahteraan Sosial
telah menginisiasi pembentukan Forum CSR
Kesejahteraan Sosial sebagai jembatan antara
duniausahadanmasyarakatuntukmenujukesejahteraan
bersama. Diajugamengapresiasi
langkah KORAN SINDO yang sejak 2011 aktif
menyelenggarakan CSRAward.

Kegiatan CSR yang telah dilakukan berbagai

perusahaan selama ini memang telah
menginspirasi KORAN SINDO memberikan

Ajang ini agenda tahunan

kegiatan ini bisa menginspirasi
lebih banyak lagi orang untuk
melakukan hal positif. Jangan
pemah lelah menyumbangkan
pikiran untuk bangsa dan
negara ini," kata Direktur
Utama KORAN SINDO Priscilla
DAirin.
Dengan mengusung tema

Kementerian Koordinator
Bidang Kesejahteraan Rakyat
(Kemenko Kesra), Kementerian
Sosial, dan Kementerian Negara
Pemberdayaan Perempuan &
PerlindunganAnak(PPdanPA).
Menteri PPdan PA Linda
Amalia Sari Gumelar menjelaskan,
dari 240 juta penduduk
Indonesia, 49,7% di antaranya
adalah kaum perempuan. Dari
total penduduk itu juga 30% di
antaranyaadalahanakanakusia
di bawah 18 tahun. Artinya,
terdapat 80 juta anak sebagai
generasi penerus bangsa yang
harus disiapkan sedini mungkin
agar kelak menjadi manusia
berkualitas.

dan melakukan perubahan,"
katanya.
Mengingatkaumperempuan
merupakan kunci bagi perkembangan
bibk generasi penerus
yang baik, Linda mengimbau

juga meluncurkan Gerakan Prakarsa
Masyarakat Membangun
Indonesia Sejahtera (Gema
Mitra) dengan moto "Kami
PeduliKamiBermitra". "Tujuannya
adalah melakukan jejaring
kemitraan antarelemen masyarakat
dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,"
ungkapnya.
1 FT Jakarta Industrial Estate Pulogadung
Memperbesar Marfaaat Industri bagi kehidupan sosal
2 Energy Equity Epic [Sengkang] PTY LTD
Bantuan Fasilitas Pertanian Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 EMP Malacca Strait A CMP Bentu
Pembudidayaan dan Martf36t£dret
4 PT Indonesia Power
Diklat Aksara Atasi Ketertinggalan Masyarakat Garut
5 PT Bank Manfiflr! (Pe»*«ro] Tbk

Beasiswa Nusantara Cerdas Bank BRI
7 PTASKES PERSERO
Bantiian Beasiswa bagi 1.000 Pelajar SMA dar 1 COO Mahasiswa
Berpresitisi di Selurvh Indonesia
8 PT AIA FINANCIAL
Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis di Makassar
9 InpexMasala
Dari Pertaniari Organtk Wrigga Qiistung
10 Total E & P Indonesie
Tanam Sejuta Bakau, Komitmen Hijaukan Delta Mahakam
11 Badart Operasi Bersama PT BumlSiak PusakoPertamina
Hulu
Program IBD tahirican PSwijusaba lokal Sukses
12 PT Pertamina [Persero]
Sentra Pemberdayaan Tani Optimalkan Produk Lokal Unggulan
13 JOB Pertamina
JCehadiran JOB PPElMeftgubati
Wajati Desa Tertinggal
14 PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore
Program Berkelanjutan Ciptakan Kemandirian Masyarakat
15 FT Pertamina EP
Pe'tamina CP Tumbuh Bersatna Masyarakat Bjryu
16 PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java [PHE ONWJ]
Berdayakan Anak Jalanan dengan Pelatihan Keterampilan
17 Chevron Indonesia
Incstasi Sosial melalui Program Pemberdayaan Masyarakat
18 BP Indonesia
Program Sosial Terpadu Tangguh Tingkatkan Mutu Pendidikan
19 Premier Oil Natuna Sea BV
Ber|)prdh Serld Membangun Masyarakat Kepu'diidn di Perbatasan
20 Kangean Energy Indonesia Ltd
Ekonomi Hijau Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
21 ExxonMobil Indonesia
Pinjamfin Mikro Berdayakan Perempuan Inconesia
22 Star Energy
Kembangkan Sekolah Berbasis Technoculture
23 SKK Migas
■ Program Bright & Green
24 PT Pelindo I [Perserol
Memberikan Bantuan Berupa 1 Unit Ambulance untuk Rumah Sakit
Umum Daerah Dumai
25 PT Holtirt IndonesiaTbk
Sentra PemtSa^MfttaorOptirnarttan Produk lokal Unggulan;

26 PPM School Of Management

Acara Nonton Bareng dan Diskusi Bersama Film 9 Summers 10
Autums dengan 105 anak panti asuhan
2? 6INU5 UNIVERSITY ' '1
Pemberdayaan Bersama Komumtas
Terkait dengan Gema Mitra,
Kemenko Kesra juga telah
menandatangani MoU dengan
dunia usaha, dalam hal ini
Corporate Forum for Comdev
(CFCD), serta antara CFCD dan

pemerintah kabupaten/kota.

•indasusanti

 

mendekatkan perusahaan kepada lingjcungan,
tapijugamenyejahterakan masyarakat.
Menteri Sosial (Mensos) Salim Segaf A1
Jufri mengimbau perusahaan imtuk tidak
sekadarmengejarkeuntungan, tapijugaikut
berkontribusi dalam menyejahterakan dan
meningkatkan kualitas hidup masyarakat
sekitar serta ikut aktif raenjaga lingkungan.
Ini dapat dilakukan melalui program CSR
oleh setiap perusahaan. Dia mengharapkan
pelaksanaan CSR dapat terus ditingkatkan
sehingga upaya menuju masyarakat yang
lebih sejahtera akan cepat terwujud.
"CSR merupakan bentuk kepedulian perusahaan
terhadap komunitas dansekitamya.
Ini penting mengingat perusahaan itu keberadaannya
di tengah masyarakat dan faktanya
masyarakat juga lebih menyukai perusahaan
yangaktifberkomunikasidengansekitarnya,B
ucapMensos dalam sambutanyangdibacakan
Sekjen Kementerian Sosial (Kemensos) Toto
Utomo Budi Santosa pada acara malam
apresiasiCSRAwrard20I3yangdigelarKORAAr
SIWDOdiJakartatadimalam.
Menurut Mensos, UndangUndang
Nomor11/2009tentangKesejahteraan Sosial
telah menginisiasi pembentukan Forum CSR
Kesejahteraan Sosial sebagai jembatan antara
duniausahadanmasyarakatuntukmenujukesejahteraan
bersama. Diajugamengapresiasi
langkah KORAN SINDO yang sejak 2011 aktif
menyelenggarakan CSRAward.
Kegiatan CSR yang telah dilakukan berbagai
perusahaan selama ini memang telah
menginspirasi KORAN SINDO memberikan
Ajang ini agenda tahunan
kegiatan ini bisa menginspirasi
lebih banyak lagi orang untuk
melakukan hal positif. Jangan
pemah lelah menyumbangkan
pikiran untuk bangsa dan
negara ini," kata Direktur
Utama KORAN SINDO Priscilla
DAirin.
Dengan mengusung tema
Kementerian Koordinator
Bidang Kesejahteraan Rakyat
(Kemenko Kesra), Kementerian
Sosial, dan Kementerian Negara
Pemberdayaan Perempuan &
PerlindunganAnak(PPdanPA).
Menteri PPdan PA Linda
Amalia Sari Gumelar menjelaskan,
dari 240 juta penduduk
Indonesia, 49,7% di antaranya
adalah kaum perempuan. Dari
total penduduk itu juga 30% di
antaranyaadalahanakanakusia
di bawah 18 tahun. Artinya,
terdapat 80 juta anak sebagai
generasi penerus bangsa yang
harus disiapkan sedini mungkin
agar kelak menjadi manusia
berkualitas.
dan melakukan perubahan,"
katanya.
Mengingatkaumperempuan
merupakan kunci bagi perkembangan
bibk generasi penerus
yang baik, Linda mengimbau
juga meluncurkan Gerakan Prakarsa
Masyarakat Membangun
Indonesia Sejahtera (Gema
Mitra) dengan moto "Kami
PeduliKamiBermitra". "Tujuannya
adalah melakukan jejaring
kemitraan antarelemen masyarakat
dalam upaya meningkatkan
kesejahteraan masyarakat,"
ungkapnya.
1 FT Jakarta Industrial Estate Pulogadung
Memperbesar Marfaaat Industri bagi kehidupan sosal
2 Energy Equity Epic [Sengkang] PTY LTD
Bantuan Fasilitas Pertanian Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
3 EMP Malacca Strait A CMP Bentu
Pembudidayaan dan Martf36t£dret
4 PT Indonesia Power
Diklat Aksara Atasi Ketertinggalan Masyarakat Garut
5 PT Bank Manfiflr! (Pe»*«ro] Tbk
Beasiswa Nusantara Cerdas Bank BRI
7 PTASKES PERSERO
Bantiian Beasiswa bagi 1.000 Pelajar SMA dar 1 COO Mahasiswa
Berpresitisi di Selurvh Indonesia
8 PT AIA FINANCIAL
Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis di Makassar
9 InpexMasala
Dari Pertaniari Organtk Wrigga Qiistung
10 Total E & P Indonesie
Tanam Sejuta Bakau, Komitmen Hijaukan Delta Mahakam
11 Badart Operasi Bersama PT BumlSiak PusakoPertamina
Hulu
Program IBD tahirican PSwijusaba lokal Sukses
12 PT Pertamina [Persero]
Sentra Pemberdayaan Tani Optimalkan Produk Lokal Unggulan
13 JOB Pertamina
JCehadiran JOB PPElMeftgubati
Wajati Desa Tertinggal
14 PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore
Program Berkelanjutan Ciptakan Kemandirian Masyarakat
15 FT Pertamina EP
Pe'tamina CP Tumbuh Bersatna Masyarakat Bjryu
16 PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java [PHE ONWJ]
Berdayakan Anak Jalanan dengan Pelatihan Keterampilan
17 Chevron Indonesia
Incstasi Sosial melalui Program Pemberdayaan Masyarakat
18 BP Indonesia
Program Sosial Terpadu Tangguh Tingkatkan Mutu Pendidikan
19 Premier Oil Natuna Sea BV
Ber|)prdh Serld Membangun Masyarakat Kepu'diidn di Perbatasan
20 Kangean Energy Indonesia Ltd
Ekonomi Hijau Tingkatkan Kualitas Hidup Masyarakat
21 ExxonMobil Indonesia
Pinjamfin Mikro Berdayakan Perempuan Inconesia
22 Star Energy
Kembangkan Sekolah Berbasis Technoculture
23 SKK Migas
■ Program Bright & Green
24 PT Pelindo I [Perserol
Memberikan Bantuan Berupa 1 Unit Ambulance untuk Rumah Sakit
Umum Daerah Dumai
25 PT Holtirt IndonesiaTbk
Sentra PemtSa^MfttaorOptirnarttan Produk lokal Unggulan;
26 PPM School Of Management
Acara Nonton Bareng dan Diskusi Bersama Film 9 Summers 10
Autums dengan 105 anak panti asuhan
2? 6INU5 UNIVERSITY ' '1
Pemberdayaan Bersama Komumtas
Terkait dengan Gema Mitra,
Kemenko Kesra juga telah
menandatangani MoU dengan
dunia usaha, dalam hal ini
Corporate Forum for Comdev
(CFCD), serta antara CFCD dan

pemerintah kabupaten/kota.

JadikanCSR Isu Sentral Perusahaan (Becoming CSR corporate central isu (Make CSR a
MediaTitle Koran Sindo
Date 25 Jun 2013

No