Skip Ribbon Commands
Skip to main content

Title

PLTGU TAMBAK LOROK PT INDONESIA POWER DAPAT PASOKAN GAS.

Sinopsis

“Proyek pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit listrik merupakan upaya bangsa dalam menghemat energy. Sebab, bahan bakar gas bisa menghemat 4 kali lipat dibanding BBM".

Artikel

 

Tiap tahun bisa menghemat Rp 9 triliun.

Semarang 28 Juni 2011
Riwayat Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Tambak Lorok, Semarang, Jawa Tengah nyaris berakhir. Rencananya, PLTGU yang mulai beroperasi
tahun 1978 ini akan ditutup pertengahan tahun ini. Penyebabnya, PLTGU ini memakai bahan bakar solar dan tidak efisien. Harga solar semakin mahal mengikuti pergerakan harga minyak dunia.
Nasib PLTGU Tambak Lorok semakin terancam setelah rencana pembangunan pipa gas Kalimantan ke Jawa, hingga kini belum terealisasi. Sedianya, gas dari Bontang sebanyak 1.000 juta kaki kubik per hari (millions standard cubic feet per day/MMSCFD) tak bisa terealisasi, karena ketidakcukupan jaminan pasokan gas.
Pembangkit listrik Tambak Lorok terdiri dari 3 unit. Dua unit PLTU berbahan bakar minyak (marine fuel oil/MFO) dengan kapasitas terpasang masing-masing 50 MW dan mulai operasi tahun 1978), sedangkan satu pembangkit 1 unit dengan kapasitas terpasang 200 MW (mulai beroperasi tahun 1983).
Tambak Lorok juga memiliki 2 blok PLTGU yang mulai beroperasi tahun 1993 dan tahun 1996). PLTGU ini terdiri dari 6 unit PLTG dan 2 unit turbin uap dengan kapasitas total 900 MW. Kedua blok PLTGU tersebut dapat beroperasi baik dengan gas maupun solar. Gara-gara gas tak kunjung datang, kedua blok PLTGU tersebut masih dioperasikan dengan solar. Kedua blok PLTGU tersebut memerlukan gas sekitar 160 sampai 180 MMCFD.
Kini, PLTGU Tambak Lorok mulai bisa bernafas lega. PT Pertamina EP dan Petronas bersedia mengalirkan gasnya ke pembangkit yang dikelola oleh PT Indonesia Power ini.
Pertamina EP telah berjanji akan mengalirkan gas sebesar 50 MMSCFD ke PLTGU Tambak Lorok dari Gundih Blora. Nah, peresmian proyek penyaluran gas tersebut diresmikan ditandai dengan pembuatan Ground Breaking Proyek Hemat di PLTGU Tambak Lorok
PLTGU Tambak Lorok yang dikelola PT Indonesia Power memperoleh pasokan gas. Tiap tahun bisa menghemat Rp 9 triliun. Penyaluran Gas dari Gundih Blora ke Tambak Lorok, akhir Juni lalu. Peresmian dilakukan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Darwin Zahedy Saleh bersama jajaran Direksi Kelistrikan, Dirjen MIGAS dan Direktur Utama PT PLN (Persero) Dahlan Iskan, Direktur Produksi PT Indonesia Power beserta jajaran, beserta GM dan Manajemen Unit Bisnis Pembangkitan Semarang.
“Proyek pengalihan BBM ke gas untuk pembangkit listrik merupakan upaya bangsa dalam menghemat energy. Sebab, bahan bakar gas bisa menghemat 4 kali lipat dibanding BBM.
Penghematan BBM untuk pembangkit Listrik merupakan program pemerintah,” kata Darwin. Dirut PLN Dahlan Iskan mengucapkan terimakasih kepada Kementerian ESDM atas terobosan yang diberikan, sehingga pengalihan bahan bakar minyak ke gas untuk PLTGU Tambak Lorok bisa direalisasikan.
Dahlan berharap, penyaluran gas sebesar 50 MMSCFD dapat ditingkatkan lagi menjadi 100 MMSCFD agar bisa menutup semua kebutuhan bahan bakar dan bisa menggantikan BBM. “Proyek ini merupakan upaya PT PLN, melakukan penghematan dan mengalihkan bahan bakar ke yang lebih ekonomis sehingga bisa mengurangi subsidi pemerintah,” ucap dia.
Nah, gas tersebut diambil dari Blok Gundih Proyek Pengembangan Gas Jawa (PPGJ) milik Pertamina EP dan dialirkan melalui pipa milik PT Sumber Petrindo Perkasa.
Metode penyaluran gas dilakukan oleh PT Sumber sejak 2013 selama 15 tahun untuk volume sebesar 50 MMSCFD. Gas tersebut akan diangkut melalui pipa dengan diameter 20 inchi dengan panjang 140 kilometer. Aliran gas dari Gundih itu nantinya bisa menggantikan pemakaian solar sebanyak 500 juta liter per tahun.
Kalau dirupiahkan akan menghemat sekitarRp 2,9 triliun per tahun. Selain gas dari Pertamina EP, PLTGU Tambak Lorok juga dipasok oleh Petronas sebanyak 116 MMSCFD.
Pada kesempatan itu, PLN dan Indonesia Power memberi bantuan satu unit mobil Klinik Keliling untuk untuk Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) Jawa Tengah, bantuan beasiswa pendidikan bagi siswa berprestasi yang menemukan pembangkit listrik tenaga labu, serta bantuan untuk program pemberdayaan masyarakat di sekitar PLTGU Tambak Lorok.

 

Publish

Yes

Attachments

Created at 15/10/2011 8:47 by Sekretariat Komunikasi Korporat
Last modified at 15/10/2011 8:48 by System Account