1. Penerapan Sistem manajemen Lingkungan (SML)
SML dikembangkan untuk memberikan panduan dasar agar kegiatan bisnis senantiasa ramah lingkungan. Kondisi lingkungan yang memburuk akibat kegiatan manusia yang pada gilirannya akan erusak tempat hidup bersama sudah waktunya untuk dikendalikan.
Indonesia Power memeliki SML ISO 14001 untuk seluruh unit bisnis dan sistem ini dapat mempengaruhi pemasok dan konsumennya untuk melaksanakan pengelolaan lingkungan yang lebih baik.
Program program terkait dengan SML di perusahaan-perusahaan di bawah ini dirancang untuk dapat memenuhi keperluan masa kini dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk keperluan masa yang akan datang.
Indonesia Power selalu berusaha untuk menghindari operasi yang memberikan dampapk negative terhadap lingkungan, Terkait dengan penerapan sistem Manajemen mutu di bidang lingkungan, Indonesia Power telah menerapkan standar nasional maupun Internasional dalam kegiatna operasional Pembangkit Antara lain ISO 14001 secara berkelanjutan seperti pada table berikut.
Seluruh Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Indonesia Power telah memenuhi kriteria taat peraturan lingkungan, dan 4(empat) diantaranya memperolah predikat PROPER Hijau, yaitu PLTGU Priok, PLTP Kamojang, PLTP Darajat, PLTP Gunung Salak dan PLTGU Grati. Untuk mendukung pelestrian dan mengurangi pencemaran lingkungan, Indonesia Power terus berkomitmen untuk menyediakan tenaga listirk dengan bahan baku yang ramah lingkungan.
Indonesia Power menerapkan Implementasi program 5S (Seiri, Saiton,Seiso, Seiketsu dan Shitsuke) di seluruh Unit dan kantor pusat dan pelaksanaan bulan 5S, K3, Lingkungan dengan UBP Kamojang tercatat sebagai Unit terbaik dalam hal pengelolaan lingkungan.
2. Efisiensi dan Diversifikasi Penggunaan bahan baku dan energy
Mencakup 4 ruang lingkup efisiensi energy, yaitu peningkatan efisiensi energy dari proses produksi dan utilitas pendukung, penggantian mesin atau proses yang lebih ramah lingkungan, efisiensi dari bangunan dan sistem transportasi.
3. Penurunan Emisi,
baik berupa emisi kriteria polutan maupun emisi dari gas rumah kaca dan bahan perusak ozon dengan pemakaian energy ramah lingkungan dalam proses produksi.
Sebagai bentuk tanggung jawab pengelolaan lingkungan, Indonesia Power melakukan rehabilitasi pada beberapa lahan kritis di kawasan Indonesia seperti terangkum sebagai berikut :
a.Rehabilitasi terhadapp 410 hektar lahan kritis serta perbaikan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan.
b.Memfasilitasi pelatihan penyusunan rencana tata ruang daerah aliran sungai yang mempertimbangkan aspek tata guna lahan dan konservasi bagi warga di Sub DAS Cikapundung. Rencana tata ruang ini kemudian diadopsi dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Barat yang memperkuat fungsi konservasi lahan tangkapan air di hulu Citarum,
Program ini telah dipresentasikan dan diadopsi di beb erapa kewasan Sub DAS Citarum lain oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.
c.Mendorong terbentuknya lembaga lembaga konsevasi pesisir berbasiskan masyarakat seperti Lembaga Pengelola Pesisir dan Pantai Penyabangan di Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Propinsi Bali.
Sementara itu, dalam pemanfaatan lahan di Indonesia, Indonesia Power aktif dalam melakukan program penghijauan alam sekitar perusahaan dengan berbagai cara sebagai berikut:
a.Mengurangi sedimentasi melalui pengendalian pertumbuhan enceng gondok di PLTA Soedirman yang melibatkan PLTA Saguling.
b.Di bidang perubahan iklim, Indonesia Power melaksanakan program pengurangan gas efek rumah kaca melalui program penanaman pohon penyerap CO2 di sekitar area Pembangkit.
c.Melaksanakan uji emisi kendaraan yang memasuki area UBP Priok (Pegawai/pihak lain)
Untuk menurunkan emisi, Indonesia Power melakukan VCS, dengan skema pryek VCS pada proyek Capacity Upgrade of Gunung Salah Geothermal Power Plant Prohect yang merupakan bagiand ari Protokol Kyoto.
4. Implementasi Reduce, Reuse dan Recycle limbah B3
Indonesia Power juga berusaha menggunakan material, energy langsung dan tidak langsung , dan air secara efisien, serta memberikan perhatian pada kadar emisi dan limbah yang tidak mencemari lingkungan.Limbah B3 dikelola melalui program 3R.
Disamping pengelolaan kualitas udara, program ini mempunyai kegiatan dalam pengurangan dan pemanfaatan limbah padat B3.
5. Implementasi Reduce, Reuse dan Recycle limbah Non B3
Indonesia Power juga mengelola limbah padat non B3 melalui implementasi 3R, dengan menggunakan material, energy langsung dan tidak langsung, dan air secara efisien, serta memberikan perhatian pada kadar emisi dan limbah yang tidak mencemari lingkungan. Program program lainnya yaitu :
a.Pemanfaatan sampah lingkungan dari kantin sebesar 30 kg/bulan untuk bahan baku kompos cacing binaan UBP Priok.
b.Pemanfaatan limbah kantin PLTGU Grati sebagai bahan pembuatan kompos yang sudah dimulai sejak tahun 2010.
c.Pengadaan rumah composting terpadu pada PLTP Gunung Salak.
d.Pemanfaatan limbah kotoan sapi yang dimanfaatkan sebagai biogas pada PLTGU Grati.
e.Pemanfaatan hasil buangan kertas kertas yang tidak terpakai yang diolah untuk menjadi karu nama dan kotak tissue.
Salah satu program pemanfaatan limbah padat non B3 dilakukan melalui Program Fresh (Forestry, Renewable Energy and Watershed Management) yang meliputi program rehabilitasi lahan kritis, Pengembangan desa mandiri energy melalui pikohydro, dan pengelolaan daerah aliran sungai.
6. Konservasi Air dan Penurunan beban Pencemaran air limbah
Indonesia Power menggunakan siklus tertutup dalam melakukan operasinya dimana hasil buangan air tawar digunakan kembali menjadi air proses atau dimanfaatkan untuk kebutuhan air domestic, sedangkan untuk air laut dibuang kembali ke laut,Dengan demikian air yang digunakan untuk kebutuhan operasinya tidak mempengaruhi volume yang tersedia dari sumber sumbernya secara signifikan seperti pada limbah cair.
7. Perlindungan keanekaragaman hayati
Dalam upaya melindungi keanekaragaman hayati di Indonesia, Indonesia Power memberikan kontribusinya sebagai berikut:
· Membuat sebuah konservasi untuk terumbu karang dalam program rehabilitasi biota laut.
· PLTP Gunung Salak yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak berpartisipasi aktif dalam mempertahankan keanekaragaman hayati yaiut pelepas liaran spesies burung pemangsa termasuk elang jawa (Spizaefus bartelsi)
· PLTG Gilimanuk yang berada dui kawasan Taman Nasioanl Bali Barat membangun fasilitas penangkaran jalak Bali (Leucopsar rothschildi)
· PLTA Saguling membangun fasilitas arborefum (hutan koleksi) bambu.
Program pemberdayaan Masyarakat thd Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan Indonesia Power di antaranya berada di Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat, Indonesia Power kantor pusat melanjutkan kerjasam yang pernah dilakukan dengan Environmental Services Program (ESP) Untied Stated Agency for International Development (USAID) melalui program Sekolah Lapangan (SL) pengelolaan Daerah Aliran Sungai Cikapundung dengan mengembangkan Teknik budidaya kopi selain pendidikan dan pemantauan lingkungan secara partisipatif serta pendidikan orang dewasa yang dapat diadaptasi untuk pemberdayaan warga di sepanjang daerah aliran sungai.
Selain unit unit sekolah lapangan di Kecamatan Lembang, program serupa direplikasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung Barat Di Kecamatan Pdalarang dan Kecamatan Rajamandala serta di 10 desa di Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah yang dikembangkan konsorsium UBP Mrica, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Banjarnegara serta PGRI Kabupaten Banjarnegara.