PLTU Suralaya, Banten mengidentifikasi potensi margin sebesar Rp 97 M. Angka tersebut dihasilkan dari rencana peningkatan kehandalan unit sebesar Rp 8 M dan peningkatan efiesiensi sebesar Rp 89 M. Potensi margin ini disajikan dihadapan Steering Committee OPI PT Indonesia Power. Sebagai salah satu Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) dilingkungn PT Indonesia Power, Suralaya tengah menjalankan program peningkatan kinerja operasional (OPI).
Ahmad Burhani, coach OPI stream Technical System (TS) menjelaskan potensi margin dapat direalisasikan jika PLTU Suralaya menurunkan derated batu bara dan menekan angka heat rate. Dijelaskan Ahmad bahwa peningkatan keandalan bertujuan membawa kinerja PLTU Suralaya ke level yang direncanakan dengan menjaga tingkat efisiensi saat ini. Diharapkan dari kemampuan meningkatkan keandalan ini, PLTU Suralaya dapat pula meningkatkan keuntungan finansial hingga Rp 8 M.
Kegiatan Steering Committee dilaksanakan sebagai bagian dari implementasi OPI di PT Indonesia Power. Progam yang fokus pada peningkatan kinerja operasional ini merupakan program yang diterapkan oleh PT PLN (Persero) untuk mendorong seluruh unitnya ke level perusahaan kelas dunia. Begitu juga dengan PT Indonesia Power selaku Anak Perusahaan, menjalankan program OPI dalam rangka semakin mempercepat proses menuju perusahaan dengan layanan kelas dunia. Saat ini program OPI selain diterapkan pada Direktorat Jawa Bali, juga telah diadopsi oleh PLN Direktorat Indonesia Barat dan Indonesia Timur.
Hadir selaku Steering Committee hari ini di PLTU Suralaya, Kepala Satuan Audit Internal Sudirmanto dan Sekretaris Perusahaan, Noesita Indriani. Dari manajemen Suralaya hadir Ade Tatang dan