Skip Ribbon Commands
Skip to main content
Navigate Up
Sign In
6/21/2012 11:49:54 AM
PENGUSAHA DIHIMBAU TIDAK BUANG LIMBAH DI CITARUM

KETUA Forum Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum, Drs. H. Eka Santosa menyeru para pengusaha tidak membuang limbah ke Sungai Citarum. Hal itu disampaikan Eka kepada wartawan di sela-sela "Gerakan Go Citarum" di hulu Sungai Citarum, Danau Cisanti, Desa Tarumajaya, Kec. Kertasari, Kab. Bandung, Senin (18/6).

Harian Umum Pikiran Rakyat menguti pernyataan Eka yang menegaskan, pelaku perusakan aliran air Sungai Citarum dinilai lebih jahat dari pelaku aksi teror atau teroris. "Pembuangan limbah beracun ke Sungai Citarum selain berbahaya, juga dapat mengancam generasi penerus sebagai masa depan kita. Persoalan limbah B3 itu sudah masuk masalah serius dan tidak bisa dibiarkan terus ," katanya.

Aliran Sungai Citarum yang mengandung limbah B3 itu bisa mencemari lingkungan. Masyarakat yang ada di sepanjang Sungai Citarum mulai dari hulu hingga hilir pun bisa terkena dampak pencemaran. Eka juga menjelaskan bahwa aliran Sungai Citarum merupakan sumber penghidupan bagi jutaan warga yang ada di daerah aliran sungai tersebut. Apalagi sekitar 90-95 persen warga DKI Jakarta, menggunakan air Sungai Citarum yang diambil dari Waduk Jatiluhur.

Sebelumnya, Harian Umum KOMPAS telah melakukan kegiatan ekspedisi di Sungai Citarum. Kegiatan dari hulu hingga ke hilir ini mendapati betapa strategisnya peran Citarum. Selain mengairi puluhan ribu hektar lahan pertanian dan perikanan, Sungai Citarum juga mampu menerangi pulau Jawa dan Bali dari listrik yang dialirinya.

Kegiatan tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk buku berjudul EKSPEDISI CITARUM. Pada bagian akhir, buku terbitan KOMPAS tersebut menyimpulkan bahwa "Tak berlebihan jika Citarum dibandingkan dengan aliran sungai-sungai besar dunia, seperti Eufrat dan Tigris di Irak dan Nil di Mesir.