Demikian ungkapan tulus yang disampaikan dengan lirih oleh GKR Pembayun di Dalem Keputren Keraton Ngayogyakarta Kamis 2 Agustus 2012.
Ungkapan terimakasih tersebut disampaikan kepada Sekretaris Perusahaan PT Indonesia Power Noesita Indriani yang mewakili. PT Indonesia Power menerima Piagam penghargaan dari Ketua Umum Yayasan Bakti Bhumi Mataram Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Pembayun.
Riwayat jalinan Mitra Kerja sama dengan GKR Pembayun dapat diuraikan sepanjang kisah berikut ini.
Burung Garuda,hampir seluruh warga Negara Indonesia mengenal sebagai lambang Negara Indonesia. Di dadanya bertuliskan pahatan indah Dasar Negara Republik Indonesia Pancasila. Dalam cengkaraman cakarnya yang gagah terbentang pita bertuliskan Semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti Walaupun berbeda-beda tetapi bersatu jua.
Adalah sebuah Buku yang berjudul "Buku Garuda Mitos dan faktanya di Indonesia" ditulis oleh Zaini Rakhman. Buku ini menggugah ingatan kita semua bahwa Burung Garuda yang dijadikan lambang Negara itu bukan hanya ada dalam mitos dan imajinasi kita tapi faktanya terbukti benar-benar ada sebagai burung asli di Indonesia.Hidup di tengah-tengah rakyat dan mendambakan sebuah Indonesia yang utuh, satu Bhineka Tunggal Ika.
Syahdan Tahun 2011 PT Indonesia Power bekerja sama dengan Suaka Elang melaksanakan program Aksi nyata konservasi Raptor di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak Jawa Barat. Salah satu program yang dilaksanakan adalah Survey Habitat Elang di kawasan Gunung Salak dan release (pelepas liaran burung elang).
Menurut van Ballen (1999) wilayah ini merupakan salah satu habitat Elang jawa. Namun karena aktifitas manusia yang tinggi menjadi penyebab Utama hilangnya populasi elang jawa di kawasan ini selain perubahan tata guna lahan hutan yang berubah menjadi lahan pertanian.
Selain meneliti jenis raptor elang ini survey juga bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis satwa lainnya yang potensial menjadi pakan alami dari elang dan jenis raptor lainnya yang ada di kawasan tersebut.
Saat acara lelang buku Garuda, Indonesia Power berinisiatif untuk turut serta menyebarluaskan pengetahuan dan pembelajaran tentang garuda ini kepada seluruh Stake holder inti. Kesempatan tersebut menjadi awal pertemuan yang kemudian menjadi jalinan silaturahmi PT Indonesia Power dengan GKR Pembayun yang menjadi pelindung Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY).
Gusti Kanjeng Ratu Pembayun mengundang Indonesia Power untuk Lounching Buku Garuda di Yogyakarta sebagai apresiasi bagi perusahaan yang mempunyai kepedulian tinggi terhadap lingkungan. Rencana tindak lanjut akan dilakukan oleh PT Indonesia Power bekerja sama dengan RAIN (Raptor Indonesia) – Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta (YKAY) dan Orangutan Outdoors Camp (OOC). Acara pelepasliaran (release) Elang dilakukan di sekitar Waduk Sermo Kulonprogo.
Pada kesempatan tersebut diserahkan Buku Garuda Mitos dan Faktanya di Indonesia kepada Sekolah Dasar yang berada di wilayah Kulonprogo. Kemudian PT Indonesia Power diundang untuk membangun rumah model energy di kawasan Orangutang Outdoor Camp (OOC) untuk mengedeukasi masyarakat dan siswa sekolah saat mengunjunginya.
OOC sebelumnya dikelola oleh Gibon Foundation dan saat ini dibawah naungan langsung Yayasan Konservasi Alam Yogyakarta yang diketuai oleh Gusti Kanjeng Ratu Pambayun. Yogyakarta sudah sejak lama dikenal sebagai kota pelajar dan pendidikan.
Saat ini di banyak tempat sedang gencar melakukan Pendidikan Konservasi padahal Yogyakarta tidak memiliki tempat untuk konservasi. YKAY memandang perlu melakukan inisiasi terhadap pusat pendidikan konservasi alam dan satwa liar di Yogyakarta agar kesadaran tentang konservasi dapat tertanam sejak dini sehingga tujuan pelestarian alam dapat tercapai.
Indonesia Power merencanakan membangun rumah model energy alternative dengan program pendidikan konservasi dikembangkan dan dikenalkan kepada berbagai Instansi khusunya lembaga pendidikan.
Jika program ini berjalan sesuai rencana diharapkan dapat bermanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, Informasi dan menggalang kesadaran masyarakat terhadap pelestarian, konservasi dan pengelolaan lingkungan hidup. Terciptanya pusat pendidikan konservasi yang terpadu dan terintegrasi dengan methode pengajaran langsung bersentuhan dengan alam dan lingkungan sekitarnya. Dan mendorong Pusat pendidikan Konservasi sebagai salah satu obyek wisata pendidikan yang bermanfaat bagi masyarakat didaerah istimewa Yogyakarta dan ekitarnya.
Selanjutnya GKR Pembayun memberi penghargaan kepada Indonesia Power yang sudah bersikap Sepi Ing Pamrih melakukan segala program lingkungan tersebut.