Skip Navigation LinksINDONESIA-POWER-DAN-PLN-AJAK-REDAKTUR-TENGOK-PLTU-JERANJANG-DAN-“JOSS”NYA

 KETERANGAN PERS No. 05/RELEASE/IP/2020

Indonesia Power dan PLN Ajak Redaktur Media Tengok PLTU Jeranjang dan JOSS​

Jeranjang (11/02) – Dalam rangka meningkatkan hubungan baik dengan kalangan media, Indonesia Power ajak redaktur ke salah unit Indonesia Power yang menjadi tulang punggung kelistrikan di Propinsi Nusa Tenggara Barat yaitu PLTU Jeranjang Operation Maintenance Unit (OMU). Kegiatan tersebut diadakan beberapa hari setelah peringatan Hari Pers Nasional yang diperingati setiap tanggal 9 Februari. Di PLTU Jeranjang, redaktur disambut langsung oleh PLH Manajer Unit Pltu Jeranjang OMU Nandang Safrudin.

Dalam kunjungannya ke PLTU Jeranjang, redaktur dikenalkan lebih dalam mengenai profil PLTU Jeranjang, kontribusinya terhadap sistem kelistrikan di NTB, dan juga diajak ke lokasi Jeranjang Olah Sampah Setempat (JOSS). Untuk diketahui, JOSS adalah salah satu Program CSR yang diinisiasi oleh Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan juga PLN Unit Induk Wilayah NTB dalam bentuk penandatangan Kesepakatan Bersama pada 23 Januari 2020 bahwa masing-masing pihak menyetujui dan mendukung sinergi pengolahan sampah yang diwujudkan dalam program JOSS (Jeranjang Olah Sampah Setempat) dengan mengolah sampah menjadi pellet RDF (Refuse Derived Fuel) sebagai bahan bakar Co-firing PLTU Jeranjang.

Program pengembangan pengolahan sampah ini sejalan dengan konsep zero waste yang sangat gencar digalakkan oleh Pemerintah Provinsi NTB. Berlokasi di TPA Kebon Kongok, proses pengolahan sampah menjadi pellet dilakukan dan dikerjakan langsung oleh pengelola TPA Kebon Kongok Pemprov NTB dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Provinsi NTB dan didampingi oleh tim dari Indonesia Power PLTU Jeranjang OMU yang juga memberikan pelatihan kepada pengelola JOSS dalam hal pengolahan sampah menjadi pelet RDF.

Rencana ke depan, mesin pencacah dan pencetak pelet akan dikembangkan dengan skala yang lebih besar dan akan melibatkan partisipasi masyarakat sekitar dalam pengolahan sampah menjadi pelet sehingga dapat memenuhi kebutuhan cofiring pellet-batubara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Jeranjang yang berkapasitas 3 x 25 Megawatt (MW) yang berlokasi di Desa Taman Ayu, kabupaten Lombok Barat.

PLH Manager PLTU Jeranjang OMU, Nandang Safrudin menjelaskan, bahwa olahan sampah dalam bentuk pellet ini setara dengan batu bara kalori rendah yang digunakan untuk bahan bakar pembangkit. "Kami sudah lakukan riset dan ujicoba, khususnya untuk mengukur optimasi substitusi pelletnya. Hasilnya antara 3 – 5 persen, namun memang paling optimal ada di 3 persen," ucap Nandang. "Jika menggunaan batu bara secara penuh, dalam satu jam kondisi maksimal, PLTU Jeranjang membutuhkan 200 ton batu bara sebagai bahan bakar. Dengan substitusi sebesar 3 persen, maka dibutuhkan 600 kilogram pellet setiap jam sebagai pengganti batu bara," imbuhnya.

Sasaran pemanfaatan pengolahan sampah ini tidak hanya bertujuan untuk menurunkan biaya produksi listrik, tetapi juga sebagai wujud Indonesia Power peduli terhadap lingkungan dan dalam rangka pemberdayaan masyarakat, tetapi juga membantu memecahkan masalah yang selama ini dikeluhkan Pemerintah Provinsi NTB terkait sampah di TPA Kebon Kongok yang sudah menggunung.

"Dengan olahan ini sampah bisa bernilai, masyarakat juga bisa punya penghasilan tambahan. Jadi ekonomi masyarakat sekitar juga meningkat. Selain itu, JOSS ini juga dapat menjadi alternatif solusi penanganan sampah di daerah NTB," pungkas Nandang.


Contact Person:

IGAN SUBAWA PUTRA

CORPORATE SECRETARY PT INDONESIA POWER

subawa.putra@indonesiapower.co.id

HP: 08123887780

Keterangan Pers Lainnya

  • KETERANGAN PERS No.14/RELEASE/IP/2020

  • KETERANGAN PERS No. 13/RELEASE/IP/2020

  • KETERANGAN PERS No. 08/RELEASE/IP/2020